animasi blog
Animasi Blog
animasi blog
Animasi Blog
animasi blog

Rabu, 03 Mei 2017

Tugas IT dalam Kebidanan




UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI KEBIDANAN 



Kepada:
Yth.     Bp./Ibu «Namaorangtua»
            d/a «Alamat»
            di «Kota»


            Dengan hormat,
            Dengan ini kami beritahukan bahwa perkuliahan semester Ganjil TA.2011/2012 telah berakhir. Sehubungan dengan hal tersebut perlu kami sampaikan informasi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari putri Bp./Ibu «Namaorangtua» yang telah diperoleh pada semester tersebut:

Nama Mahasiswa      : «Namamahasiswa»
NIM                          : «NIM»
Semester                    : «Semester»
IPK                           : «IPK»

            Demikian informasi kami sampaikan, dengan harapan mudah-mudahan Bp./Ibu «Namaorangtua» dapat terus memberikan motivasi kepada Saudari «Namamahasiswa» dalam menyesuaikan studinya.
Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terimakasih.

Yogyakarta, 17  Februari 2017
Hormat kami,


Prodi.Kebidanan.


Lampiran:


Namaorangtua
Alamat
Kota
Namamahasiswa
NIM
Semester
IPK
Sudarto
Jl. Adisucipto No. 43
Sleman
Nur Fatikhah
16140001
VI
3.01
Kusnadi
Jl. Gejayan No. 54
Sleman
Irma Damayanti
16140002
VI
2.85
Drs. Suhardi
Jl. Kabupaten No. 81
Sleman
Fitriyana Ambarwati
16140003
VI
3.78
Abdul Hakim
Jl. Raya Bekasi Km .23
Jakarta
Siti Maemunah
16140004
IV
3.55
FX. Bambang Sunarto
Jl. Melati Wetan 117
Yogyakarta
Diani Ayusanti
16140005
IV
2.60
Agus Dewobroto
Blunyahgede 12, SIA
Sleman
Yenny Sulistyowati
16140006
IV
2.89
Agus Handoko
Jl. Putri Hijau No. 12
Medan
Putri Amalia
16140007
IV
3.45
Jaman Nurhadi
Jl. Krakatau IV No. 25
Semarang
Wahyu Wijayanti
16140008
II
3.80
Samuel Hutabarat
Perum. Bukit Asri B. 12
Makasar
Aryati Handayani
16140009
II
3.75
Asep Wahyudi
Jl. Asia Afrika No. 21/a
Bandung
Cici Nurbaeti
16140010
II
3.00



Referensi: Pengampu Mata Kuliah IT dalam Kebidanan "Bapak Zaidir, ST., M.Cs



Selasa, 02 Mei 2017

Gangguan Psikologi pada Persalinan



Cara Mengatasi Gangguan Psikologi Pada Persalinan

Dosen Pengampu:Listia dwi febrianti
Kelompok 3 :
Lisani Ariyani                                 ( 16140033 )
Sri Mahatma Kesava M                 ( 16140036 )
Aprilia Retnosari                            ( 16140037 )
Chlara Melanie Triandari                ( 16140038 )
Trias Adi Puspitasari                      ( 16140041 )
Riska Tri Nopianti                          ( 16140042 )
Septi Ratnasari                               ( 16140043 )
Siziz Nahdiatus S                            ( 16140044 )
Kiki Karmianti                                ( 16140046 )
Nur Hidayah                                   ( 16140047 )
Novyanti Isra Mawang                   ( 16140048 )
Maria Mincelina Kewa                   ( 16140050 )


B.13.1
DIV BIDAN PENDIDIK
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
T.A 2016/2017


BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah
Sekarang disadari bahwa penyakit dan komplikasi obstetrik tidak semata-mata disebabkan oleh gangguan organik. Beberapa diantaranya ditimbulkan atau diperbuat oleh gangguan psikologik. Latar belakang timbulnya penyakit dan komplikasi dapat dijumpai dalam berbagai tingkat ketidakmatangan dalam perkembangan emosional dan psikoseksual dalam rangka kesanggupan seseorang dalam menyesuaikan diri dengan situasi tertentu yang sedang dihadapi, dalam hal ini khususnya kehamilan, persalinan dan nifas. Karena rasa nyeri dalam persalinan sejak zaman dahulu sudah menjadi pokok pembicaraan diantara wanita, maka banyak calon ibu menghadapi kehamilan dan kelahiran anaknya dengan perasaan takut dan cemas. Tidaklah mudah untuk menghilangkan rasa takut yang sudah berakar dalam itu, akan tetapi dokter dan bidan dapat berbuat banyak dengan membantu para wanita yang disinggapi perasaan takut dan cemas. Sejak pemeriksaan kehamilan pertama kali dokter atau bidan harus dengan kesabarannya meyakinkan calon ibu bahwa kehamilan dan persalinan adalah hal yang normal dan wajar. Dia tidak hanya harus menimbulkan kepercayaan, akan tetapi harus pula menimbulkan anggapan pada wanita yang bersangkutan bahwa ia seorang kawan yang ahli dalam bidangnya dan yang sungguh-sungguh berkeinginan mengurangi rasa nyerinya serta menyelamatkan ibu dan anak. Perubahan psikologis keseluruhan seorang wanita yang sedang mengalami persalinan sangat bervariasi, tergantung pada persiapan dan bimbingan antisipasi yang ia terima selama menghadapi persalinan, dukungan yang diterima wanita dari pasangannya, orang terdekat lain, keluarga dan pemberi perawat.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apakah yang dimaksud dengan Gangguan psikologis pada ibu bersalin ?
1.2.2 Apa sajakah penyebab Gangguan psikologi pada ibu bersalin ?
1.2.3 apa saja Macam-macam gangguan pada masa persalinan ?
1.2.4 Bagaimana cara pencegahan Gangguan psikologi pada ibu bersalin ? 
1.2.5 Bagaimana penatalaksanaan gangguan psikologi pada ibu bersalin ?
1.2.6 Bagaimana peran bidan pada gangguan psikologi pada ibu bersalin ?

1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui pengertian dari gangguan psikologi pada ibu bersalin.
1.3.2 Untuk mengetahui penyebab dari gangguan psikologi pada ibu bersalin.
1.3.3 untuk mengetahui macam-macam gangguan pada masa persalinan.          
1.3.4 untuk mengetahui cara pencegahan gangguan psikologi pada ibu bersalin.
1.3.5 Untuk mengetahui cara penatalaksanaan gangguan psikologi pada ibu bersalin.
1.3.6 Untuk mengetahui peran bidan dalam menangani gangguan psikologi pada ibu bersalin.


BAB II
TINJAUAN TEORI

1.       Persalinan
Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-40 minggu) lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin. Kala 1 adalah proses dimulainya dari saat persalinan mulai sampai pembukaan lengkap (10cm Klinis dapat dinyatakan partus dimulai bila timbul his dan wanita tersebut mengeluarkan lendir yang bersemu darah (blood show). Lendir yang bersemu darah ini berasal dari lendir kanalis servikalis karena serviks mulai membuka atau mendatar. Kanalis servikalis itu pecah karena pergeseran-pergeseran ketika serviks membuka. Proses membukannya serviks akibat his dibagi menjadi 2 fase:
Fase laten : berlangsung selama 8 jam. Pembukaan terjadi sangat lambat sampai  mencapai ukuran diameter 3 cm.
Fase aktif : dibagi menjadi 3 fase kembali , yakni :
1.    Fase akselerasi. Dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm tadi menjadi 4 cm.
2.    Fase dilatasi maksimal : dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat, dari 4 cm menjadi 9 cm.
3.    Fase deselerasi : pembukaan menjadi lambat kembali dalam waktu 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap.
Fase- fase tersebut di jumpai pada primigravida. Pada multigravida pun terjadi demikian, akan tetapi fase laten, fase aktif, dan fase deselerasi terjadi lebih pendek. Sebab-sebab terjadi persalinan.
Hal yang menjadi penyebab mulainya persalinan belum diketahui benar , tetapi ada dua hormon yang mempengaruhi saat hamil :
1)      Meningkatkan sensitivita otot Rahim
Menerima rangsangan dari luar seperti rangsangan oksitosin , prostaglandin serta rangsangan mekanis

2)      Menurunkan sensitivitas otot Rahim
Menyulitkan penerimaan dari luar seperti rangsangan oksitosin ,prostaglandin dan mekanis
Menyebabkan otot rahim dan otot polos relaksasi. Kedua hormon ini harus seimbang untuk mempertahankan kehamilan.Perubahan keseimbangan kedua hormon tersebut menyebabkan oksitosin yang dikeluarkanoleh hipofisis anterior dapat menimbulkan kontraksi
Braxton Hicks.
Kontraksi Braxton Hickx akan menjadi kekuatan dominan saat mulainya persalinan. Dan hormon prostaglandin pada laki-laki juga mempengaruhi persalinan.
1.        Tahapan Persalinan (KALA I , II , III , DAN IV)
Kala I (Kala Pembukaan)
Kala I Persalinan dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus dan pembukaan serviks, hinggamencapai pembukaaan lengkap (10cm) Persalinan kala I dibagi menjadi 2 fase , yaitu :
a)      Fase laten, dimana pembukaan serviks berlangsung lambat dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan secara bertahap sampai pembukaan 3 cm, berlangsung 7-8 jam.2.
b)      Fase aktif (pembukaan serviks 4-1 cm), berlangsung selama 6jam.
Mekanisme pembukaan serviks berbeda antara primigravida dan multigravida. Pada primigravida ostium uteri internium akan membuka lebih dulu ,sehingga serviks akan mendatar dan menipis ,kemudian ostium internum sudah sedikit membuka.
Kala II (Kala pengeluaran bayi)         
Kala II Persalinan dimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi. Kala II pada primipara berlangsung selama 2 jam dan multipara 1 jam.
Tanda dan gejala kala II :
1)      His semakin kuat , dengan interval 2-3menit.
2)      Ibu merasa ingin meneran bersamaan dengan terjadinya kontraksi.
3)      Ibu merasakan makin meningkatnya tekanan pada rektum dan vagina.
4)      Perinium menonjol.
5)      Vulva , vagina dan sfringter ani terlihat membuka.
6)      Peningkatan pengeluaran lendir dan darah.
Kala III (Kala Pengeluaran Plasenta)
Kala III Persalinan dimulai setelah lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya plasenta dan selaput ketuban.Seluruh proses biasanya berlangsung 5-30 menit setelah bayi lahir.
Kala IV (Pengawasan)
Kala IV Persalinan dimulai setelah lahirnya plasenta dan berakhir dua jam setelah proses tersebut.Observasi yang harus dilakukan :
1.Tingkat kesadaran.
2.Pemeriksaan tanda-tanda vital , Tekanan darah, suhu , nadi dan pernapasan.
3.Kontraksi uterus
4.Perdarahan dianggap normal jika jumlahnya tidak melebihi 500 cc.2.1 Pengaruh Perubahan Psikologis Pada Saat MelahirkanPerubahan Psikologis Ibu saat Persalinan
Fase Laten :
Pada fase ini ibu biasanya merasa lega dan bahagia karena masa kehamilannya akan segera berakhir. Namun pada awal persalinan wanita biasanya gelisah, gugup, cemas dan khawatir sehubungan dengan rasa tidak nyaman karena kontraksi. Biasanya ia ingin berbicara, perlu ditemani, tidak tidur, ingin berjalan-jalan dan menciptakan kontak mata. Pada wanita yang dapat menyadari bahwa proses ini wajar dan alami akan mudah beradaptasi dengan keadaan tersebut
Fase aktif :
Saat kemajuan persalinan sampai pada waktu kecepatan maksimum rasa khawatir wanita menjadi meningkat. Kontraksi semakin kuat dan frekuensinya lebih sering sehingga wanita tidak dapat mengontrolnya. Dalam keadaan ini wanita akan lebih serius. Wanita tersebut menginginkan seseorang untuk mendampinginya karena dia merasa takut mampu beradaptasi dengan kontraksinya.Kebutuhan ibu selama persalinan:
1.              Kebutuhan fisiologis
2.              Kebutuhan rasa aman
3.              Kebutuhan dicintai dan mencintai
4.              Kebutuhan harga diri
5.              Kebutuhan aktualisasi diri
Tanda fisik persalinan
            Idealnya ibu telah mengetahui tanda-tanda persalinan yang akan dijalaninya. Dengan mengetahui proses itu setidaknya peran ibu dapat mempersiapkan diri untuk menyambut peristiwa kehadiran bayi.

2.1 Pengertian Gangguan psikologi pada ibu bersalin
Persalinan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para ibu hamil, sebuah waktu yang menyenangkan namun di sisi lain merupakan hal yang paling mendebarkan. Persalinan terasa akan menyenangkan karena si kecil yangselama sembilan bulan bersembunyi di dalam perut anda akan muncul terlahir kedunia. Di sisi lain persalinan juga menjadi mendebarkan khususnya bagi calon ibu baru, dimana terbayang proses persalinan yang menyakitkan, mengeluarkan energi yang begitu banyak, dan sebuah perjuangan yang cukup melelahkan.Gangguan yang terjadi pada seorang ibu menjelang persalinan, yang bersumber pada rasa takut & sakit pada fisik yg teramat sangat. Pada ibu hamil banyak terjadi perubahan , baik fisik maupun psikologis. Begitu juga pada ibu bersalin, perubahan psikologis pada ibu bersalin wajar terjadi pada setiap orang namun ia perlu memerlukan bimbingan dari keluarga dan penolong persalinan agar ia dapat menerima keadaan yang terjadi selama persalinan dan dapat memahaminya sehingga ia dapat beradaptasi terhadap perubahan yang terjadipada dirinya.Perubahan psikologis selama persalinan perlu diketahui oleh penolong persalinan dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendamping atau penolong persalinan.Perubahan psikologis pada kala satu, beberapa keadaan dapat terjdi pada ibu dalam persalinan, trauma bagi ibu yang pertama kali melahirkan, perubahan-perubahan yang di maksud adalah:
1.                  Perasaan tidak enak.
2.                  Takut dan ragu-ragu akan persalinan yang di hadapi.
3.                  Ibu dalam menghadapi persalinan sering memikirkan antara lain apakahpersalinan berjalan normal.
4.                  Menganggap persalinan sebagai cobaan.
5.                  Apakah penolong persalinan dapat sabar dan bijaksana dalam menolongnya.
6.                  Apakah bayi normal atau tidak.g. Apakah ia sanggup merawat bayinya.h. Ibu cemas.
Perlu diketahui, ketika mengandung bahkan setelah melahirkan terjadi “fluktuasi” hormonal dalam tubuh. Hal inilah yang antara lain menyebabkan terjadinya gangguan psikologis pada ibu yang baru melahirkan.
1.                  Kurangnya persiapan mental
Yang dimaksud di sini adalah kondisi psikis atau mental yang kurang dalam menghadapi berbagai kemungkinan seputar peran ganda merawat bayi, pasangan,dan diri sendiri. Terutama hal-hal baru dan “luar biasa” yang bakal dialami setelah melahirkan. Ini tentunya dapat menimbulkan masalah. Penderitaan fisik dan beban jasmaniah selama berminggu-minggu terakhir masa kehamilan itu menimbulkan banyak gangguan psikis dan pada akhirnya meregangkan jalinan hubungan ibu dan anak yang semula tunggal dan harmonis. Maka beban inilah yang menjadi latar belakang dari impuls-impuls emosional yang diwarnai oleh sikap permusuhan terhadap bayinya. Lalu ibu tersebut mengharapkan jika bayi yang dikandungnya untuk segera dikeluarkan dari rahimnya.
2.                  Gangguan bounding attachmenT
Pengertian bounding attachmet/ keterikatan awal/ ikatan batin adalah suatu proses dimana sebagai hasil dari interaksi terus menerus antara bayi dan orang tua yang bersifat saling mencintai, memberikan keduanya pemenuhan emosional dan saling membutuhkan
Bagaimana cara pencegahan Gangguan psikologi pada ibu bersalin ?
Tugas penting atau yang paling utama dari seorang wanita dalam proses kelahiran bayinya, khusus pada periode permulaan (periode mulai melebarnya saluran vagina dan ujung uterus) ialah sebagai berikut:
1.                  Sepenuhnya patuh mengikuti kekuatan-kekuatan naluriah dari dalam
2.                  Memberikan partisipasi sepenuhnya
3.                  Dengan kesabaran sanggup menderita segala kesakitan.
Selanjutnya, jika proses kesakitan pertama-tama menjelang kelahiran itu disertai banyak ketegangan batin dan rasa cemas atau ketakutan yang berlebihan, atau disertai kecenderungan yang sangat kuat untuk bertingkah super aktif, dan mau mengatur sendiri proses persalinan maka:
1.                  Proses kelahiran bayi bisa menyimpang dari pola normal dan spontan
2.                  Prosesnya kan sangat terganggu (merupakan kelahiran yang abnormal).Situasi pada periode kedua berlangsung agak berbeda sekarang wanita harus berkerja keras menahan kesakitan yang semakin hebat. Dan tekanan-tekanan dalam perut harus disertai usaha merejan secara sungguh-sungguh.semua ini dibarengi dengan kontraksi-kontraksi dari dalam, diperkuat oleh kemamuan sendiri, dan dirangsang oleh dorongan serta sugesti dari luar yaitu dari bidan,dokter dll maka segenap daya psikis dan fisik wanita benar-benar dikonsentrasikan pada pengabdian diri untuk melanggenggkan generasi manusia dengan jalan melahirkan bayinya.Bagaimana penatalaksanaan gangguan psikologi pada ibu bersalin ? Adapun cara-cara mengatasi masalah psikologis pada saat persalinan, yaitu:
1.                  Kegiatan konseling pada ibu melahirkan.
Adapun konseling-konselingnya sebagai berikut:
1.                  Menjalin hubungan yang mengenakan (rapport) dengan klien.
2.                  Bidan menerima klien apa adanya dan memberikan dukungan yang positif.
3.                  Kehadiran merupakan bentuk tindakan aktif keterampilan yang meliputi mengatasi semua kekacauan/kebingungan, memberikan perhatian total kepada klien.
4.                  Bidan selalu mendengarkan dan memperhatikan keluhan klien.
5.                  Sentuhan bidan terhadap klien akan memberikan rasa nyaman dan dapat membantu relaksasi.
Misalnya: ketika kontraksi pasien merasakan kesakitan, bidan memberikan sentuhan pada daerah pinggang, sehingga klien akan merasa nyaman.
6.                  Memberikan informasi tentang kemajuan persalinan merupakan upaya untuk memberikan rasa percaya diri pada klien bahwa klien dapat menyelesaikan persalinanya.
7.                  Memandu persalinan. Misalnya dengan bidan menganjurkan klien meneranpasa saat his berlangsung.
8.                  Mengadakan kontak fisik dengan klien. Misalnya: mengelap keringat,mengipasi, memeluk pasien, menggosok klien.
9.                  Memberikan pujian kepada klien atas usaha yang telah dilakukannya. Misalnya: bidan mengatakan: “bagus ibu, pintar sekali menerannya”.
10.              Memberikan ucapan selamat kepada klien atas kelahiran anaknya dan mengatakan ikut berbahagia.
11.              Bila diperlukan alternatif pilihan yaitu melahirkan tanpa rasa sakit dengan metode relaksasi Hypnobrithing.
Hypnobrithing adalah suatu hipnoterapi yang dilakukan dengan melakukan kontak langsung dengan alam bawah sadar sehingga mencapai kondisi rileks yang mendalam dan stabil, kita akan mampu menanamkan suatu program atau konsepbaru yang secara otomatis akan mempengaruhi kehidupan dan tindakan kita sehari-hari.
1.                  Menggunakan media air guna mengurangi rasa sakit, seperti metode Water Birth

BAB III
TINJAUAN KASUS
3.1 Contoh Kasus
Seorang ibu GIP0A0 datang ke BPS Ny. HJ Esti Azhar dengan keluhan keluar darah bercampur lendir dan sakit yg luar biasa di pinggangnya . Ibu kelihatan sangat takut sekali mengetahui itu sehingga ibu cepat-cepat datang ke BPS.Setelah di Periksa Dalam ternyata pembukaan masih 2 cm sehingga ibu harus menunggu sampai pembukaan nya lengkap .Karena takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan , si Ibu sementara disuruh tinggal. Dan keluarganya mengiyakan. Karena ibu masih primigravida jadi menunggu pembukaan lengkap membutuhkan waktu yg lama sekali . Dan ibu baru pertama kali menghadapi persalinan , ibu merasa cemas dan selalu memanggil manggil bidan dan menanyakan kapan anak saya lahir. Ibu juga menangis dan sangat takut sekali akan persalinan yang akan ibu hadapi.

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN
PADA NY. “A” UMUR 25 TAHUN G1P0A0AH0 UMUR KEHAMILAN
Di BPM ORI DIVIA GUNUNG KIDUL

No.Register                                                     :
Masuk RS/PKM/BPM  tanggal/pukul            : BPM  06 April 2017
Dirawat diruang                                              : Diruang ANC

  I.            PENGKAJIAN DATA,            Tanggal/ pukul : 06-04-2017   oleh : Bidan
A.    Biodata                   Ibu                                                       Suami
1.      Nama               : Ny “A”                                              Tn “S”
2.      Umur               : 20 tahun                                            23 tahun
3.      Agama             : islam                                                  islam
4.      Suku/bangsa    : Jawa/Indonesia                                 Jawa/Indonesia
5.      Pendidikan      : SMP                                                  SMP
6.      Pekerjaan         : Wiraswasta                                        Wiraswasta
7.      Alamat             : ploso 1, gunung kidul                       ploso 1,gunung kidul

B.     Data Subjektif
1.      Alasan datang/ dirawat
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya
2.      Keluhan Utama
Ibu mengatakan adanya keluar darah dan bercampur lendir disertai sakit pinggang.
3.      Riwayat Menstruasi
Menarche         : 13 tahun                                Siklus              : 28 hari
Lama               : 5 hari                                     Teratur             : Teratur
Sifat darah       : encer                                      Keluhan           : Tidak Ada
4.      Riwayat Perkawinan
Status Perkawinan       : sah                             Menikah ke     : Pertama
Lama                           : 1 tahun                      Usia Menikah Pertama : 19 tahun



5.      Riwayat Obstetrik  : G1P0A0Ah0
Hamil
Ke
Persalinan
Nifas
Tanggal
Umur
Kehamilan
Jenis
Persalinan
Penolong
Komplikasi
JK
BB
Laktasi
Komplikasi
Hamil ini



















6.      Riwayat Kontrasepsi yang digunakan
No.
Jenis Kontrasepsi
Pasang
Lepas
Tanggal
oleh
tempat
keluhan
tanggal
oleh
tempat
alasan

Belum pernah menggunakan kontrasepsi
















7.      Riwayat Kehamilan sekarang
a.       HPM         : 27 – 01 – 2017
b.      ANC pertama umur kehamilan :  1 minggu
c.       Kunjungan ANC
Trimester I
Frekuensi              : 1 kali
Keluhan                : Mual
Komplikasi           : Tidak Ada
Terapi                   : Asam folat, Vit. B6
Trimester II
Frekuensi              : -  kali
Keluhan                : -
Komplikasi           : -
Terapi                   : -
Trimester III
Frekuensi              : -  kali
Keluhan                : -
Komplikasi           : -
Terapi                   : -

d.      Imunisasi TT         : - kali
TT 1 : SD
TT 2 : SD
TT 3 : Caten
TT 4 : -
TT 5 : -
e.       Pergerakan janin selama 24 jam (dalam sehari )
Ibu mengatakan gerakan janin aktif.
8.      Riwayat Kesehatan
a.       Penyakit yang pernah/sedang diderita (menular,menurun dan menahun)
Ibu mengatakan tidak pernah/sedang menderita penyakit menular (hepatitis,tbc) , menurun ( DM , Hipertensi, asma), menahun (jantung,ginjal)
b.      Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga (menular,menurun dan menahun)
Ibu mengatakan keluarga tidak pernah/sedang menderita penyakit menular (hepatitis,tbc) , menurun ( DM , Hipertensi, asma), menahun (jantung,ginjal)
c.       Riwayat keturunan kembar
Ibu mengatakan tidak memiliki riwayat keturunan kembar
d.      Riwayat Operasi
Ibu mengatakan tidak memiliki riwayat operasi
e.       Riwayat alergi obat
Ibu mengatakan tidak memiliki riwayat alergi obat
9.      Pola pemenuhan kebutuhan

Sebelum hamil                                                             selama hamil
a.       Nutrisi
Makan
Frekuensi               : 2 x/hari                                  3 x/hari
Jenis                       : nasi,lauk,sayur                       nasi,lauk,sayur
Porsi                      : 1 piring                                  1 piring
Pantangan              : tidak ada                               tidak ada
Keluhan                 : tidak ada                               tidak ada
Minum      
Frekuensi               : 6 x/hari                                  7 x/hari
Jenis                       : air putih,the                           air putih,teh
Porsi                      : 1 gelas                                   1 gelas
Pantangan              : tidak ada                               tidak ada
Keluhan                 : tidak ada                               tidak ada
b.      Eliminasi
BAB
Frekuensi               : 1 x/hari                                  1 x/hari
Warna                    : khas feses                              khas feses
Konsistensi            : lembek                                   keras
Keluhan                 : tidak ada                               tidak ada
BAK
Frekuensi               : 3 x/hari                                  5 x/hari
Warna                    : khas urine                              khas urine
Konsistensi            : cair                                        cair
Keluhan                 : tidak ada                               tidak ada
c.       Istirahat
Tidur siang
Lama                     : 2 jam/hari                              2 jam/hari
Keluhan                 : tidak ada                               tidak ada
Tidur malam
Lama                     : 8 jam/hari                              7 jam/hari
Keluhan                 : tidak ada                               tidak ada
d.      Personal Hygiene
Mandi                    : 2 x/hari                                  2 x/hari
Ganti pakaian        : 2 x/hari                                  2 x/hari
Gosok gigi             : 3 x/hari                                  3 x/hari
Keramas                : 3 x/minggu                            3 x/minggu
e.       Pola Seksualitas
Frekuensi               : 3 x/minggu                            1 x/minggu
Keluhan                 : tidak ada                               tidak ada


f.       Pola Aktivitas
Ibu mengatakan setiap harinya bekerja

C.     Data Objektif
1.      Pemeriksaan umum
Keadaan umum           : Baik
Kesadaran                   : Composmentis
Status Emosional         : Stabil
Tanda Vital                 :
Tekanan Darah            : 110/80 mmHg                       Nadi    : 80 x/menit
Pernafasan                   : 22 x/menit                             Suhu    : 360 C
BB                               : 45 Kg                                    TB       : 153 cm
2.      Pemeriksaan Fisik
Kepala             : Simetris, tidak ada nyeri tekan, rambut bersih,
  tidak ketombe
Wajah                          : Simetris, tidak ada odem,tidak ada cloasma   
  gravidarum
Mata                            : Simetris,sklera putih,konjungtiva merah muda,
  bersih
Hidung                        : Bersih, tidak ada polip, pernapasan baik
Mulut               : Bersih, tidak ada stromatitis,tidak ada karang gigi.
Telinga             : Simetris, pendengaran baik, tidak ada serumen
Leher                           : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, limfe dan
  vena jugularis
Dada                : tidak ada retraksi dada, tidak ada bunyi whezing
Payudara         : simetris, areola hiperpigmentasi, puting menonjol
Abdomen        : tidak ada striae gravidarum, linea nigra dan bekas
  luka Palpasi
Leopold I        : TFU 1 jari di bawah Px , tidak melenting, lunak,
  Bulat,yaitu bokong
Leopold II       : bagian kanan teraba memanjang,keras dan datar.
Dan bagian kiri teraba bagian kecil-kecil yaitu ekstremitas.
Leopold III     : teraba bulat, keras dan melenting yaitu kepala
Leopold IV     : sudah masuk panggul atau divergen
Osborn Test     : tidak dilakukan
Pemeriksaan Mc Donald
TFU     : 27 cm                                    TBJ : 2480 gram
Auskultasi
Djj       : 130 x/menit
Ekstremitas Atas         : simetris, tidak ada odem, gerakan aktif
Ekstremitas Bawah     : simetris, tidak ada varises, gerakan aktif
Genetalia Luar             : tidak ada pembengkakan bartholini
Pemeriksaan Panggul  : tidak dilakukan
(bila perlu)
3.      Pemeriksaan penunjang           tanggal :
Tidak ada

4.      Data Penunjang
Tidak ada

II.            INTERPRETASI  DATA
A.    Diagnosa Kebidanan
Seorang ibu Ny “A” umur 25 tahun G1P0A0Ah0  UK 39+5 minggu janin tunggal, hidup, intra uteri dengan persalinan kala II.

Data Dasar :
Ds   :           -     Ibu mengatakan umur 25 tahun
-          Ibu mengatakan ini kehamilan pertama
-          Ibu mengatakan HPHT : 27 - 01- 2017
Do   :
Tekanan Darah            : 110/80 mmHg                       Nadi    : 80
x/menit
Pernafasan                   : 22 x/menit                             Suhu    : 360 C
BB                               : 45 Kg                                    TB       : 153 cm

B.     Masalah
Ibu cemas menghadapi persalinan

Data dasar :
Ds : ibu mengatakan cemas, kelihatan sangat takut.
Do : ibu tampak kesakitan

   III.     IDENTIFIKASI  DATA  DAN  ANTISIPASI  POTENSIAL
Tidak Ada

   IV.     TINDAKAN SEGERA
A.    Mandiri
Tidak ada

B.     Kolaborasi
Tidak ada

C.     Merujuk
Tidak ada

      V.     PERENCANAAN                    Tanggal :                                             Pukul:
1.      Lakukan pendekatan kepada ibu
2.      Berikan konseling persiapan persalinan
3.      Jalin hubungan antar bidan dengan ibu
        VI.     PELAKSANAAN                  Tanggal :                                 Pukul:
1.      Melakukan pendekatan kepada ibu seperti memberikan dukungan dan kepercayaan diri bahwa ibu akan baik-baik saja saat menghadapi persalinan nantinya
2.      Memberikan konseling persiapan persalinan bahwa keluhan yang ibu rasakan termasuk dalam tanda-tanda persalinan
3.      Menjalin hubungan antar bidan dengan ibu supaya ibu dapat tenang dan siap dalam menghadapi persalinan serta mendengarkan keluhan ibu dan apa yang dirasakan ibu saat ini dan bidan harus memberikan jawaban yang dapat membuat ibu tenang dan tidak takut dalam menghadapi persalinan.

     VII.     EVALUASI                           Tanggal :                                 Pukul:
1.      Ibu mulai merasa percaya diri bahwa dalam proses persalinannya akan baik-baik saja
2.      Ibu sudah memahami tentang tanda-tanda persalinan
3.      Ibu sudah merasa tenang dan tidak takut lagi dalam menghadapi persalinan



BAB III
PEMBAHASAN
2.4    Cara Pencegahan Gangguan Psikologi Pada Ibu Bersalin
Tugas penting atau yang paling utama dari seorang wanita dalam proses kelahiran bayinya, khusus pada periode permulaan (periode mulai melebarnya saluran vagina dan ujung uterus) ialah sebagai berikut:
a.    Sepenuhnya patuh mengikuti kekuatan-kekuatan naluriah dari dalam.
b.    Memberikan partisipasi sepenuhnya.
c.  Dengan kesabaran sanggup menderita segala kesakitan.
Selanjutnya, jika proses kesakitan pertama-tama menjelang kelahiran itu disertai banyak ketegangan batin dan rasa cemas atau ketakutan yang berlebihan, atau disertai kecenderungan yang sangat kuat untuk bertingkah super aktif, dan mau mengatur sendiri proses persalinan maka proses kelahiran bayi bisa menyimpang dari pola normal dan spontan, serta prosesnya akan sangat terganggu (merupakan kelahiran yang abnormal).

2.5    Komunikasi Teurapetik
a.    Pengertian komunikasi teurapetik
Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang mendorong proses penyembuhan klien (Depkes RI, 1997). Dalam pengertian lain mengatakan bahwa komunikasi terapeutik adalah proses yang digunakan oleh perawat memakai pendekatan yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan pada klien.
Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal dengan titik tolak saling memberikan pengertian antara perawat dengan klien. Persoalan yang mendasar dari komunikasi ini adalah adanya saling membutuhkan antara perawat dan klien, sehingga dapat dikategorikan ke dalam komunikasi pribadi di antara perawat dan klien, perawat membantu dan klien menerima bantuan.
Menurut Stuart dan Sundeen (dalam Hamid, 1996), tujuan hubungan terapeutik diarahkan pada pertumbuhan klien meliputi:
1.    Realisasi diri, penerimaan diri dan peningkatan penghormatan terhadap diri.
2.    Rasa identitas personal yang jelas dan peningkatan integritas diri.
3.   Kemampuan untuk membina hubungan interpersonal yang intim dan saling tergantung dengan kapasitas untuk mencintai dan dicintai.
4. Peningkatan fungsi dan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan serta mencapai tujuan personal yang realistik.

b.    Tujuan komunikasi terapeutik
Tujuan dari komunikasi terapeutik, yaitu:
             1.     Membantu pasien memperjelas serta mengurangi beban perasaan dan pikiran selamam proses persalinan.
             2.     Membantu mengambil tindakan yang efektif untuk pasien. 
             3.   Membantu mempengaruhi orang lain, lingkungan fisik dan diri sendiri untuk kesejahteraan ibu dan proses persalinan agar dapat berjalan dengan semestinya. 

c.    Pendekatan komunikasi terapeutik.
Pendekatan komunikasi terapeutik, seperti:
             1.     Menjalin hubungan yang mengenakkan (rapport) dengan klien
Bidan menerima klien apa adanya dan memberikan dorongan verbal yang positif. 
             2.     Kehadiran
Kehadiran merupakan bentuk tindakan aktif ketrampilan yang meliputi mengayasi semua kekacauan/kebingungan, memberikan perhatian total pada klien. Bila memungkinkan anjurkan pendamping untuk mengambil peran aktif dalam asuhan. 
             3.     Mendengarkan
Bidan selalu mendengarkan dan memperhatikan keluhan klien. 
             4.     Sentuhan dalam pendampinganklien yang bersalin. 
Komunikasi non verbal kadang-kadang lebih bernilai dari pada kata-kata. Sentuhan bidan terhadap klien akan memberi rasa nyaman dan dapat membantu relaksasi. 
             5.     Memberi informasi tentang kemajuan persalinan.
Hal ini diupayakan untuk memberi rasa percaya diri bahwa klien dapat menyelesaikan persalinan. Pemahaman dapat mengerangi kecemasan dan dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi apa yang akan terjadi.
             6.     Informasi yang diberikan diulang beberapa kali dan jika mungkin berikan secara tertulis
Memandu persalinan dengan memandu intruksi khusus tentang bernafas, berelaksasi dan posisi postur tubuh. Misalnya : bidan meminta klien ketika ada his untuk meneran. Ketika his menghilang, bidan mengatakan pada ibu untuk bernafas pajang dan rileks.
             7.     Mengadakan kontak fisik dengan klien
Kontak fisik dapat dilakukan dengan menggosok punggung, memeluk dan menyeka keringat serta membersihkan wajah klien.
             8.     Memberikan pujian
Pujian diberikan pada klien atas usaha yang telah dilakukannya. 
      9.      Memberikan ucapan selamat pada klien atas kelahiran putranya dan menyatakan ikut berbahagia
Komunikasi terapeutik pada ibu dengan gangguan psikologi saat persalinan dilaksanakan oleh bidan dengan sikap sebagai seorang tua dewasa, karena suatu ketika bidan harus memberikan perimbangan.

d.   Sikap komunikasi terapeutik
Lima sikap atau cara untuk menghadirkan diri secara fisik yang dapat memfasilitasi komunikasi yang terapeutik menurut Egan, yaitu:
1. Berhadapan. Artinya dari posisi ini adalah “Saya siap untuk anda.
2. Mempertahankan kontak mata. Kontak mata pada level yang sama berarti menghargai klien dan menyatakan keinginan untuk tetap berkomunikasi.
3. Membungkuk ke arah klien. Posisi ini menunjukkan keinginan untuk mengatakan atau mendengar sesuatu.
4. Mempertahankan sikap terbuka, tidak melipat kaki atau tangan menunjukkan keterbukaan untuk berkomunikasi.
5. Tetap rileks. Tetap dapat mengontrol keseimbangan antara ketegangan dan relaksasi dalam memberi respon kepada klien.


BAB IV
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
Gangguan psikologi ibu pada masa persalinan merupakan hal yang wajar terjadi pada setiap ibumenjelang persalinannya,  namun ibu bersalin memerlukan bimbingan dari keluarga dan penolong persalinan agar ia dapat menerima keadaan yang terjadi selama persalinan dan dapat memahaminya sehingga ia dapat beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya. Perubahan psikologis selama persalinan perlu diketahui oleh penolong persalinan dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendamping atau penolong persalinan.

3.2    Saran
Semoga makalah yang kami buat ini dapat bermanfaat bagi teman-teman yang membacanya khususnya teman-teman jurusan kebidanan serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dan menangani masalah gangguan psikologi ibu pada masa persalinan.

DAFTAR PUSTAKA
Keliat, B.A. (2002), Hubungan Terapeutik Perawat-Klien, EGC, Jakarta.
Diposkan oleh Zulia Jayanty di 06.20
Kartono, kartini. Psikologi Wanita Jilid 2 ( Mengenal Wanita Sebagai Ibu &Nenek ). Jakarta : Mandar Maju Wiknjosastro,Hanifa. 2010. Ilmu Kandungan. Jakarta : PT.
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo.Wulandari Diah. 2009. Pengantar Komunikasi dan Konseling dalam Praktik Kebidanan.Yogyakarta : Mitra Cendikia Offiset Rohani,Reni Saswita,Marisah.2011. Asuhan Kebidanan pada Masa Persalinan.Jakarta: PT. Salemba Medika Dahro, Ahmad. 2011. Hal 81. Psikologi Kebidanan. Bandar Lampung : Salemba Medika