MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN MASA
NIFAS DAN MENYUSUI
ANAMNESA
Kelompok 1
Disusun Oleh:
- Chlara Melanie Triandari (16140038)
- Trias Adi Puspitasari (16140041)
UNIVERSITAS
RESPATI YOGYAKARTA
FAKULTAS
ILMU KESEHATAN
PROGRAM
STUDI D-IV BIDAN PENDIDIK
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Karena atas
rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Makalah
Asuhan Masa Nifas”. Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah
Asuhan Kebidanan Masa Nifas
Makalah
ini kami susun dengan kerjasama kelompok dengan berbagai sumber yang ada di
buku dan internet.
Kami
menyadari bahwa dalam penyelesaian makalah ini masih jauh dari kata sempurna,
baik dalam segi pembahasan, penulisan dan penyusunan. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran dari dosen pembimbing mata kuliah Asuhan
Kebidanan Masa Nifas untuk menyempurnakan makalah ini.
Yogyakarta,
6 November 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kehamilan dan
kelahiran dianggap sebagai suatu kejadian fisiologis yang pada sebagian besar
wanita berakhir dengan normal dan tanpa komplikasi (Departmen of Health, 1993).
Pada akhir masa puerperium, pemulihan persalinan secara umum dianggap telah
lengkap. Pandangan ini mungkin terlalu optimisis Bagi banyak wanita, pemulihan
adalah sesuatu yang berlangsung terjadi menjadi seorang ibu adalah proses
fisiologis yang normal.Namun beberapa studi terbaru mengungkapkan bahwa
masalah-masalah kesehatan jangka panjang yang terjadi setelah melahirkan adalah
masalah yang banyak ditemui (Hillan, 1992b; glazener et al. 1993; bick dan
MacArthur,1995a), dapat berlangsung dalam waktu lama (macArthuretal.1991).
Pengetahuan menyeluruh tentang perubahan fisiologis dan psikologis pada masa
puerperium adalah sangat penting jika bidan menilai status kesehatan ibu secara
akurat dan memastikan bahwa pemulihan sesuai dengan standar yang
diharapkan. Hal yang sama pentingnya adalah menyadari potensi morbiditas
pascapartum dalam jangka panjang dan factor-faktor yang berhubungan dengannnya
seperti obstetric, anestesi dan faktor social.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa itu Masa Nifas?
2.
Apa saja tahapan masa nifas?
3.
Apa tujuan asuhan masa nifas?
C. Tujuan
1.
Agar mengetahui pengertian masa nifas
2.
Agar mengetahui tahapan masa nifas
3.
Agar mengetahu tujuan asuhan masa nifas
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Masa nifas
Masa nifas
merupakan masa dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat
kandung kembali seperti semula sebelum hamil, yang berlangsung selama 6 – 8 minggu
atau dalam agama islam disebut 40 hari.(mochtar R, 1998 )
Masa nifas adalah
masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6 minggu setelah
melahirkan. (Pusdiknakes, 2003:003). Masa nifas dimulai setelah kelahiran
plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan
sebelum hamil yang berlangsung kira-kira 6 minggu. (Abdul Bari,2000:122).
Masa nifas
merupakan masa selama persalinan dan segera setelah kelahiran yang meliputi
minggu-minggu berikutnya pada waktu saluran reproduksi kembali ke keadaan tidak
hamil yang normal. (F.Gary cunningham,Mac Donald,1995:281).
Masa nifas adalah
masa setelah seorang ibu melahirkan bayi yang dipergunakan untuk memulihkan
kesehatannya kembali yang umumnya memerlukan waktu 6- 12 minggu. ( Ibrahim C,
1998).
B. Tahap-tahap Masa Nifas
Masa nifas terbagi
menjadi 3 tahapan yaitu :
a.
Puerpurium
dini yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan –
jalan.
b.
Puerperium
intermedial yaitu suatu masa dimana kepulihan menyeluruh organ-organ reproduksi
yang lamanya 6 – 8 minggu.
c.
Remote
puerperium yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih kembali dan sehat sempurna
baik selama hamil atau sempurna berminggu – minggu, berbulan – bulan atau
tahunan, terutama bagi ibu hamil atau waktu persalinan mengalami komplikasi.
(Mochtar R, 1998).
C. Tujuan Asuhan Masa Nifas
Tujuan dari pemberian asuhan pada masa nifas adalah:
a.
Untuk mempercepat involusi uterus ( rahim )
b.
Untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik
maupun psikologisnya.
c.
Melaksanakan skrining yang komprehensif, deteksi dini,
mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
d.
Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan
kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, cara dan manfaat menyusui, pemberian
imunisasi serta perawatan bayisehari-hari
e.
Memberikan pelayanan KB.
f.
Mendapatkan kesehatan emosi.
D. Contoh Kasus
ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny. “Y” UMUR 25 TAHUN P1 A0 Ah1 POST PARTUM HARI KE 2 NORMAL
Di BPM RIZQA
No.
Register : 0168
Masuk tgl/jam : 20 Desember 2011 / 14.00 WIB
Masuk tgl/jam : 20 Desember 2011 / 14.00 WIB
Ruang
: R.Nifas
Oleh
: Bidan Baiq
DATA SUBYEKTIF
Identitas
Istri Suami
Nama :
Ny. Y
Tn. R
Umur :
25
tahun
29 tahun
Agama :
Islam
Islam
Pendidikan :
SMP
SMA
Pekerjaan :
IRT
Karyawan
Suku/bangsa :
Jawa/Indonesia
Jawa/Indonesia
Alamat : Serangan
Serangan
Telp :
085728xxx
085725xxx
1.
Alasan masuk ruang nifas
Ibu mengatakan ingin memeriksakan keadaannya dan
bayinya.
2.
Keluhan Utama
Ibu mengatakan pada luka jahitan terasa nyeri.
3.
Riwayat Perkawinan
Status Perkawinan : Perkawinan
yang pertama, syah
Menikah sejak umur : ibu 22
tahun suami 24 tahun
Lama perkawinan : 3 tahun
4.
Riwayat Menstruasi
HPHT
: 11 Maret 2011
HPL
: 18 Desember 2011
Menarche
:
14 tahun
Lama Menstruasi : 7 hari
Teratur/tidak
: Teratur
Siklus
: 28 hari
Banyaknya
: 3x ganti pembalut pada hari pertama dan 2x ganti pembalut pada hari
kedua
Keluhan
: Tidak ada
P1 A0 .Ah1
Persalinan
|
Nifas
|
||||||||||
Hamil ke-
|
lahir
|
UK
|
Jenis
Persalinan
|
Penolong
|
Tempat
|
L/P
|
BB
Lahir
|
Komplikasi
|
Laktasi
|
Komplikasi
|
|
1
|
18/12
/2011
|
40 mgg
|
spontan
|
bidan
|
BPM
|
P
|
3100 gram
|
Tidak ada
|
lancar
|
Tidak ada
|
|
6.
Riwayat KB
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat
kontrasepsi jenis apapun
7.
Riwayat Kesehatan
o
Ibu mengatakan tidak sedang atau pernah menderita
penyakit sistemik seperti hipertensi, asma, diabetes militus, TBC, dan HIV
o
Ibu mengatakan bahwa keluarganya tidak sedang atau
pernah menderita penyakit sistemik seperti hipertensi, asma, diabetes militus,
TBC, dan HIV
o
Ibu mengatakan bahwa tidak memiliki keturunan kembar
8.
Riwayat Psikososial Spiritual
·
ibu mengatakan suami dan keluarganya selalu
mendukung dia untuk merawat bayinya dan hubungannya baik.
·
Ibu mengatakan ia dan keluarganya mengerti tentang
keadan masa nifas
·
Ibu mengatakan Pengambil keputusan di keluarga adalah
suami dan ia
·
Ibu mengatakan taat beribadah dan
sering mengikuti
pengajian
·
Ibu mengatakan tinggal bersama suami
·
Ibu mengatakan tidak memiliki hewan piaraan di rumah
9.
Kebiasaan yang menggaggu kesehatan
Ibu mengatakan tidak memiliki kebiasaan merokok, minum
minuman beralkohol, dan tidak ada pantangan makanan apapun.
10. Riwayat
persalinan ini
Tanggal
persalinan : 18
Desember 2011, jam 10.00 WIB
Tempat
persalinan :
BPS RIZQY
Jenis
persalinan
: Spontan
Penolong
: Bidan
11. Keadaan
Bayi Baru Lahir
Lahir
tanggal : 18 Desember 2011, jam 10.00
WIB
BB/PB
lahir : 3100 gram/50cm
Jenis
kelamin : perempuan
Pola
tidur :
12 jam/hari
12. Riwayat
Post partum
Pola kebutuhan sehari-hari
·
Nutrisi
Porsi makan sehari
: 1 porsi habis
Jenis
: nasi, sayur, lauk, buah
Makanan
pantang : tidak ada makanan pantangan
Pola
minum
: 7-8 gelas/hari
Jenis
: Air putih, teh, susu
Keluhan
: Tidak ada
·
Eliminasi
a. BAK
Frekuensi :
6-7x/ hari
Jumlah : 1200
cc
Warna
: kuning
jernih
Keluhan : tidak ada
b.
BAB
Frekuensi :
1x/hari
Jumlah : -
Warna
:
kuning
Keluhan : tidak ada
·
Istirahat
Tidur siang : ½-1 jam
Tidur malam : 5-6
jam Tidak ada keluhan
·
Pola Aktivitas
Mobilisasi
: sudah bisa jalan, dan merawat diri dan belajar merawat bayinya
Pekerjaan
: merawat diri dan bayinya masih dibantu keluarga
Olahraga /senam nifas : melakukan senam nifas sesuai
dengan yang diajarkan
bidan, yaitu senam kegle setiap pagi
Keluhan
: tidak ada
·
Pengalaman menyusui : ibu mengatakan tidak memiliki
pengalaman menyusui
·
Kebiasaan Menyusui
Posisi
: tiduran dan duduk
Perawatan Payudara : membersihkan putting
sebelum menyusui
Masalah
: tidak ada
·
Personal higiene :
mandi 2 kali/hari
gosok gigi 2 kali/hari
keramas 3 kali/minggu
ganti pakaian dalam 2 kali/hari
ganti pakaian luar 2 kali/hari
·
Pola
seksual : Selama nifas ibu belum
melakukan hubungan seksual dengan suami, Keluhan : tidak ada
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Masa
nifas ( masa post partum / puerperium ) adalah massa atau waktu sejak bayi
lahir dan plasenta keluar lepas dari rahim sampai enam minggu berikutnya, disertai
dengan pulihnya kembali organ – organ yang berkaitan dengan kandungan , yang
mengalami perubahan . pada masa ini sangatlah rentan dengan kondisi pendarahan
maka masa nifas merupakan masa yang sangat penting dan masa dimana ibu
memerlukan pemantauan yang baik.
Ns :aramelanie_