KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kami ucapkan atas limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini dengan tema
“Konsep
Dasar Pemenuhan
Kebutuhan Nutrisi “ sebagai salah satu tugas mata kuliah KDK 2 (Keterampilan Dasar Kebidanan) pada semester 2 D4 Kebidanan UNIVERSITAS RESPATI
YOGYAKARTA.
Penyelesaian
Makalah ini tak lepas dari bantuan dari berbagai pihak baik secara langsung
maupun tidak langsung. Oleh karena itu pada kesempatan ini izinkan kami
menyampaikan terima kasih kepada :
1.
Maratusholikhah
Nurtyas, S.ST selaku Dosen
Pengajar mata kuliah
KDK 2 (Keterampilan Dasar Kebidanan)
2.
Ucapan
terima kasih dan penghargaan yang setulusnya juga kami sampaikan kepada rekan –
rekan mahasiswa yang turut membantu dalam penyusunan Makalah ini.
Akhir
kata, semoga Makalah ini dapat memberikan manfaat dan berguna di masa yang akan
datang dan dapat memberikan pengetahuan kepada kita semua. Serta melancarkan
usaha yang kita lakukan. Amin.
Yogyakarta,
12 Maret 2017
Penulis
Chlara Melanie T
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata Pengantar ................................................................................................ .. 1
Daftar Isi ......................................................................................................... .. 2
Bab I
Pendahuluan
1.1.
Latar Belakang ................................................................................... .. 3
1.2.
Rumusan Masalah ............................................................................... .. 4
1.3.
Tujuan Penulisan ................................................................................. .. 4
Bab II Isi
2.1.
Saluran Pencernaan ............................................................................. .. 5
2.2.
Organ Asesoris ................................................................................... .. 6
2.3.
Zat Gizi ............................................................................................... .. 8
2.4.
Kesetimbangan
Energi ........................................................................ .. 12
2.5.
Metabolisme
Basal .............................................................................. .. 13
2.6.
Macam
– Macam Diet ........................................................................ .. 13
2.7.
Gangguan atau Masalah yang Berhubungan Dengan Nutrisi ............. ....... 14
2.8.
Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Nutrisi.................................. .... .15
2.9.
Tindakan Untuk Mengatasi Masalah Nutrisi....................................... ..... 16
Bab III Kesimpulan
Daftar Pustaka
Bab
1
Pendahuluan
1.1.
Latar
Belakang
Sistem yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan
nutrisi adalah sistem pencernaan yang terdiri atas saluran pencernaan dan organ
asesoris. Saluran pencernaan dimulai dari mulut sampai usus halus bagian
distal, sedangkan organ asesoris terdiri atas hati, kantong empedu, dan
pancreas.
Tubuh manusia
terbentuk dari zat-zat yang berasal dari makanan. Karenanya, manusia memerlukan
asupan makanan guna memperoleh zat-zat penting yang dikenal dengan istilah nutrisi. Nutrisi
berfungsi untuk membentuk dan memelihara
jaringan tubuh, mengatur proses- proses
dalam tubuh, sebagai sumber tenaga, serta untuk melindungi tubuh dari
serangan penyakit. Dengan demikian fungsi utama nutrisi adalah untuk
memberikan energi bagi
aktivitas tubuh, membentuk struktur
kerangka dan jaringan tubuh, serta mengatur berbagai proses kimia di dalam tubuh. Ketika
homeostasis tubuh terganggu atau dalam keadaan sakit, nutrisi yang mencukupi dan tepat amat
dibutuhkan untuk membantu proses penyembuhan. Akan tetapi, nutrisi yang kurang atau
berlebih justru akan memperburuk keadaan tubuh. Beberapa kelainan atau penyakit memerlukan diet makanan khusus
baik jenis dan jumlah asupan makanan, penambahan atau kehilangan
berat badan, dan respon pada terapi.
1.2. Rumusan Masalah
a.
Bagaimana saluran pencernaan manusia ?
b.
Apa saja Organ asesoris manusia ?
c.
Bagaimana cara pemenuhan zat gizi ?
d.
Bagaimana kesetimbangan energi manusia ?
e.
Bagaimana metabolisme bassal ?
f.
Apa saja macam – macam diet ?
g.
Apa gangguan / masalah yang berhubungan dengan nutrisi ?
h.
Apa saja faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi ?
i.
Bagaimana tindakan untuk mengatasi masalah nutrisi ?
1.3. Tujuan Penulisan
Agar
pembaca mengetahui dan mampu menerapkan pemenuhan kebutuhan nutrisi dalam
kehidupan sehari-hari.
Bab II
ISI
2.1. Saluran
Pencernaan
Diagram
Saluran Pencernaan Manusia Bagian Perut
Saluran
pencernaan adalah sistem organ dalam tubuh manusia yang menerima makanan,
mencernanya menjadi energy dan Nutrien ,
serta mengeluarkan sisa proses tersebut
melalui Dubur. Saluran pencernaan antara satu manusia dengan manusia
yang lainnya bisa sangat jauh berbeda. Secara sepesifik, saluran pencernaan
berfungsi untuk mengambil makanan,
memecahnya menjadi molekul nutrisi yang lebih kecil, menyerap nutrisi tersebut
menuju pembuluh darah, kemudian membersihkan tubuh dari sisa pencernaan.
a.Organ
yang termasuk dalam saluran pencernaan adalah :
a. Mulut
b. Faring
c. Esofagus
d. Lambung
e. usus
halus serta usus besar
f. Dari
usus besar makanan akan dibuang keluar tubuh melalui Anus.
Mulut :suatu rongga terbuka tempat masuknya
makanan dan air pada manusia. Bagian didalam mulut adalah gigi (dens) lidah
(lingua) adalah kumpulan otot yang dapat membantu pencernaan makanan dengan
mengunyah dan menelan.
Faring :bagian tubuh yang terletak di antara
rongga mulut dan pembuluh tenggorokan.
Esofagus :saluran pencernaan antara tekak (pharink)
dan lambung (gaster).
Lambung :bagian saluran makanan yang berbentuk
seperti kantong dan berfungsi sebagai tempat penampungan, pelarutan, dan
pengenceran makanan.
Usus :alat pencernaan makanan di dalam
perut manusia dan menyerap zat – zat makanan ke dalam tubuh.
b.
Fungsi Saluran Pencernaan.
Fungsi utama saluran pencernaan adalah memindahkan zat nutrien (zat yang sudah dicerna), air
dan garam yang berasal dari zat makanan untuk
didistribusikan ke sel-sel melalui sistem sirkulasi. Zat makanan merupakan
sumber energi bagi tubuh seperti ATP yang dibutuhkan sel-sel yang melaksanakan
tugasnya.
Agar makanan dapat dicerna optimal dalam saluran
pencernaan, maka saluran pencernaan harus mempunyai persediaan air, elektrolit
dan zat makanan yang terus.
2.2. Organ Asesoris
Organ
asesoris (pencernaan tambahan) ini berfungsi untuk membantu saluran pencernaan
dalam melakukan kerjanya. Gigi dan lidah terdapat dalam rongga mulut , kantung
empedu serta kelenjar pencernaan akan dihubungkan saluran pencernaan melalui
sebuah saluran. Kelenjar pencernaan tambahan akan memproduksi secret yang berkontribusi dalam pemecahan bahan
makanan. Gigi , Lidah, Kantung Empedu, beberapa kelenjar pencernaan seperti Kelenjar Ludah, Hati dan Pankreas.
a. Gigi
(dentis)
Fungsi :
Berperan dalam proses mastikasi (pengunyahan).
Bagian-bagian gigi
adalah sebagai berikut:
§ Mahkota
Gigi :
dilapisi oleh email dan di dalamnya terdapat dentin
(tulang gigi).
§ Tulang
Gigi :
terletak di bawah lapisan email.
§ Rongga
gigi :
berada di bagian dalam gigi. Di dalamnya terdapat
pembuluh darah, jaringan ikat, dan jaringan
saraf.
b. Lidah (Lingua)
Lidah berfungsi untuk
membantu mengunyah makanan yakni dalam hal membolak-balikkan makanan dalam
rongga mulut, membantu dalam menelan makanan, sebagai indera pengecap, dan
membantu dalam berbicara. Pada permukaan lidah terdapat badan sel saraf perasa
(papila). ada tiga bentuk papila, yaitu:
·
Papila
fungiformis : papila
berbentuk tonjolan seperti kepala jamur,
terdapat pada bagian
depan dan sisi lidah.
·
Papila
filiformis :
papila yang berbentuk seperti benang halus,
terdapat pada bagian depan lidah.
·
Papila
serkumvalata : papila
yang terdapat pada pangkal lidah.
c.
Kelenjar Ludah / Kelenjar Saliva
Kelenjar ludah menghasilkan
saliva. Saliva mengandung enzim ptyalin atau amylase dan ion natrium,
klorida, bikarbonat, dan kalium. Fungsi saliva adalah :
·
Melarutkan
makanan secara kimia,
·
Melembabkan
dan melumasi makanan
·
Mengurai
zat tepung menjadi polisakarida dan maltose
·
Zat buangan
·
Zat
antibakteri dan antibody
Kelenjar ludah terdiri atas tiga pasang sebagai
berikut:
1. Kelenjar sublingual adalah kelenjar saliva yang paling
kecil, terletak di bawah lidah bagian depan.
2. Kelenjar submandibular terletak di belakang
kelenjar sublingual dan lebih dalam.
3.
Kelenjar
parotid adalah kelenjar saliva paling besar dan terletak di bagian atas mulut
depan telinga.
d.
Hepar (hati)
Hati merupakan kelenjar terbesar dan terpenting dalam
tubuh. Hati terdiri atas dua lobus. Setiap lobus memiliki saluran untuk
mengangkut cairan empedu, yakni duktus hepatikus.
Secara umum, hati mempunyai
fungsi:
·
Memproduksi
cairan empedu
·
Memetabolisme
protein, lemak dan karbohidrat
·
Penyimpanan
mineral dan vitamin larut lemak.
·
Pusat
detoksifikasi zat yang beracun di dalam tubuh.
·
Penyimpanan
darah
·
Memproduksi
panas
e.
Kandung Empedu Dan Saluran Empedu
Empedu mengalir dari hati melalui duktus hepatikus
kiri dan kanan, yang selanjutnya bergabung
membentuk duktus hepatikus
umum. Saluran ini kemudian bergabung dengan sebuah saluran
yang berasal dari kandung empedu (duktus sistikus) untuk membentuk saluran
empedu umum. Duktus pankreatikus bergabung dengan saluran empedu
umum dan masuk ke dalam duodenum. Sebelum makan, garam-garam empedu menumpuk di
dalam kandung empedu dan hanya sedikit empedu yang mengalir dari hati.
Makanan di dalam duodenum
memicu serangkaian sinyal hormonal dan sinyal saraf sehingga kandung empedu
berkontraksi. Sebagai akibatnya, empedu mengalir ke dalam duodenum
dan bercampur dengan makanan.
1.
fungsi
penting
kantung empedu :Membantu pencernaan dan penyerapan lemak,
Berperan dalam pembuangan
limbah tertentu dari tubuh terutama hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel
darah merah dan kelebihan kolesterol.
2.
Secara
spesifik empedu berperan dalam berbagai proses berikut:
ü
Garam
empedu meningkatkan kelarutan kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam
lemak untuk membantu proses penyerapan
ü
Garam
empedu merangsang pelepasan air oleh usus besar untuk membantu menggerakkan
isinya
ü
Bilirubin
(pigmen utama dari empedu) dibuang ke dalam empedu sebagai limbah dari sel darah
merah yang dihancurkan.
ü
Obat
dan limbah lainnya dibuang dalam empedu dan selanjutnya dibuang dari tubuh.
ü
Berbagai
protein yang berperan dalam fungsi empedu dibuang di dalam empedu.
Garam empedu kembali diserap
ke dalam usus halus, disuling oleh hati dan dialirkan kembali ke dalam empedu.
Sirkulasi ini dikenal
sebagai sirkulasi enterohepatik. Seluruh garam empedu di dalam tubuh mengalami
sirkulasi sebanyak 10-12 kali/hari. Dalam setiap sirkulasi, sejumlah kecil
garam empedu masuk ke dalam usus besar (kolon). Di dalam kolon, bakteri memecah
garam empedu menjadi berbagai unsur pokok. Beberapa dari unsur pokok ini
diserap kembali dan sisanya dibuang bersama tinja.
f.
Pankreas
Pankreas merupakan kelenjar yang besifat endokrin dan
eksokrin. Bersifat endokrin karena menghasilkan hormone insulin dan hormone
glukogen yang dimasukkan ke darah. Bersifat eksokrin karena menghasilkan enzim
pencernaan.
3
hormon yang dihasilkan oleh pankreas adalah:
- Insulin, yang berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah
- Glukagon, yang berfungsi menaikkan kadar gula dalam darah
- Somatostatin, yang berfungsi menghalangi pelepasan kedua hormon lainnya (insulin dan glukagon).
- Insulin, yang berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah
- Glukagon, yang berfungsi menaikkan kadar gula dalam darah
- Somatostatin, yang berfungsi menghalangi pelepasan kedua hormon lainnya (insulin dan glukagon).
2.3. Zat Gizi
Makanan yang dikonsumsi oleh manusia mengandung
berbagai unsur. Unsur tersebut ada yang bermanfaat dan ada pula yang tidak
membawa manfaat bagi kesehatan manusia. Berbagai zat tersebut dapat berupa enzim, gizi, maupun
toksit (racun). Zat gizi merupakan unsur yang terkandung dalam makanan yang
memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Masing-masing bahan makanan yang
dikonsumsi memiliki kandungan gizi yang berbeda. Zat gizi yang terkandung dalam
makanan tersebut berbeda-beda antara makanan yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan
tersebut dapat berupa jenis zat gizi yang terkandung dalam makanan, maupun
jumlah dari masing-masing zat gizi. Satu janis zat gizi tertentu
kemungkinan terdapat pada jenis bahan pangan, namun bisa dimungkinkan zat gizi
tersebut tidak terdapat pada bahan pangan yang lain.
Gizi adalah proses menggunakan makanan oleh manusia
melalui proses–proses (digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan,
metabolisme dan pengeluaran zat–zat yang tidak digunakan) untuk proses
pertumbuhan perkembangan dan mempertahankan kesehatan. Nama lain dari gizi
adalah nutrisi. Gizi/nutrisi mengadung nutrien/zat gizi. Zat gizi adalah zat
yang terkandung dalam suatu makanan dan diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya,
seperti menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur
proses–proses kehidupan. Ilmu Gizi adalah ilmu yang mempelajari zat gizi,
menentukan jenis zat gizi, seberapa banyak terdapat dalam bahan makanan
tertentu atau berbagai bahan makanan, bagaimana utilisasi tubuh dan seberapa
banyak tubuh memerlukannya. (Encyclopedia Americana, 1980)
Zat gizi dikelompokkan berdasarkan beberapa hal, yaitu
berdasarkan fungsi, berdasarkan jumlah yang dibutuhkan tubuh dan berdasarkan
sumbernya:
1.
Berdasarkan Fungsi
Setiap zat gizi memiliki fungsi yang spesifik.
Masing-masing zat gizi tidak dapat berdiri sendiri dalam membangun tubuh dan
menjalankan proses metabolisme. Namun zat gizi tersebut memiliki berbagai
fungsi yang berbeda.
a.
Zat
Gizi Sebagai Sumber Energi
Sebagai sumber energi zat gizi bermanfaat untuk
menggerakkan tubuh dan proses metabolisme di dalam tubuh. Zat gizi yang
tergolong kepada zat yang berfungsi memberikan energi adalah karbohidrat, lemak
dan protein. Bahan pangan yang berfungsi sebagai sumber energi antara lain :
nasi, jagung, talas merupakan sumber karbohidrat; margarine dan mentega
merupakan sumber lemak; ikan, daging, telur dan sebagainya merupakan sumber
protein.
Ketiga zat gizi ini memberikan sumbangan energi bagi
tubuh. Zat-zat gizi tersebut merupakan penghasil energi yang dapat dimanfaatkan untuk gerak dan aktifitas
fisik serta aktifitas metabolisme di dalam tubuh. Namun penyumbang energi
terbesar dari ketiga unsur zat gizi tersebut adalah lemak.
b.
Zat
Gizi Untuk Pertumbuhan dan Mempertahankan Jaringan Tubuh
Zat gizi ini memiliki fungsi sebagai pembentuk sel-sel
pada jaringan tubuh manusia. Jika kekurangan mengkonsumsi zat gizi ini maka
pertumbuhan dan perkembangan manusia akan terhambat. Selain itu zat gizi ini
juga berfungsi untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak dan mempertahankan
fungsi organ tubuh. Zat gizi yang termasuk dalam kelompok ini adalah
protein, lemak, mineral dan vitamin. Namun zat gizi yang memiliki sumber
dominan dalam proses pertumbuhan adalah protein.
c.
Zat
Gizi Sebagai Pengatur/ Regulasi Proses di Dalam Tubuh
Proses metabolisme di dalam tubuh perlu pengaturan
agar terjadi keseimbangan. Untuk itu diperlukan sejumlah zat gizi untuk
mengatur berlangsungnya metabolisme di dalam tubuh. Tubuh perlu keseimbangan,
untuk itu proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh perlu di atur dengan
baik. Zat gizi yang berfungsi untuk mengatur proses metabolisme di dalam tubuh
adalah mineral, vitamin air dan protein. Namun yang memiliki fungsi utama
sebagia zat pengatur adalah mineral dan vitamin.
2.
Berdasarkan Jumlah
Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh zat gizi
terbagai atas dua, yaitu:
a.
Zat
Gizi Makro
Zat gizi
Makro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar dengan satuan gram.
Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi makro adalah karbohidrat, lemak dan
protein.
b.
Zat
Gizi Mikro
Zat gizi mikro
adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil atau sedikit tapi ada
dalam makanan. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi mikro adalah mineral
dan vitamin. Zat gizi mikro menggunakan satuan mg untuk sebagian besar mineral
dan vitamin.
3. Berdasarkan Sumber
Berdasarkan sumbernya zat gizi terbagi dua, yaitu
nabati dan hewani. Zat gizi hewani adalah zat gizi yang berasal dari hewan,
sedangkan zat gizi yang berasal tumbuhan disebut nabati. Sebagai contoh adalah
protein. Makanan yang kaya akan protein nabati misalnya:
v Tempe
v Tahu
v kacang tanah
v kacang kedelai
v dan buah kelapa.
Sedangkan sumber protein hewani antara lain:
v telur
v daging
v susu.
Zat gizi dalam makanan
Bagi sebagian orang, makan merupakan kegiatan
menyenangkan. Namun di balik itu, ketika anda menikmatinya, apakah berkualitas nilai
gizinya? Percuma saja jika penampilan, aroma, dan cita rasanya baik, tapi
gizinya rendah. Padahal, tubuh kita sangat mengandalkan manfaat yang dimiliki
zat gizi dari makanan tersebut. Alasannya, tubuh tidak dapat memproduksi
beberapa jenis zat gizi. Jadi, zat yang ada di dalam makanan, menjadi penting
bagi kesehatan kita.
Ketika tubuh Anda melakukan pencernaan, makanan
dipecah menjadi berbagai macam zat gizi yang mudah diserap ke dalam aliran
darah. Kemudian, langsung diedarkan ke seluruh sel tubuh Anda. Tapi, tahukah
Anda, jika lebih dari 40 jenis zat gizi di dalam makanan, dikelompokkan menjadi
6 kelompok dengan fungsi yang unik dan spesifik.
1. Karbohidrat
Tinggi rendahnya aktifitas seseorang, makan akan
berbeda kebutuhan karbohidratnya. Bagi orang dewasa yang bekerja tidak terlalu
berat, kebutuhan tubuh rata-rata akan karbohidrat antara 8-10 gr untuk setiap
kilogram berat badan setiap hari. Fungsi karbohidrat bagi tubuh antara lain ;
menghasilkan energi, cadangan tenaga bagi tubuh, memberikan rasa kenyang.
2. Lemak
Tubuh Anda tentunya tidak dapat membuat semua jenis
asam lemak yang diperlukan. Meskipun begitu, asam lemak dapat diperoleh dari
makanan yang Anda konsumsi. Lemak selain berfungsi untuk menghasilkan energi,
juga alat transportasi zat gizi lain dan bagian dari berbagai sel tubuh. Fungsi
lemak antara lain ; penghasil energi, penghasil asam lemak essensial, pelarut
vitamin, memberi rasa kenyang.
3. Protein
Zat gizi ini tentunya dapat juga diubah menjadi
energi, bila tubuh Anda kekurangan karbohidrat dan lemak. Jika hal ini terjadi,
protein hanya berfungsi sebagai pemeliharaan jaringan tubuh. Padahal, protein
yang mengandung asam amino ini bekerja untuk membangun, memperbaiki, dan
mempertahankan jaringan tubuh Anda. Pada prinsipnya, tubuh Anda dapat
memproduksi asam amino yang nonesensial. Sedangkan asam amino yang esensial
harus diambil dari makanan. Fungsi protein antara lain ; membangun sel
jaringan tubuh manusia, mengganti sel-sel tubuh yang rusak, menjaga
keseimbangan asam basa pada cairan tubuh, sebagai penghasil energi. Kebutuhan
proyein bagi orang dewasa adalah 1 gr yntuk setiap 1 kg berat badan tiap
harinya. Sedangkan untuk anak-anak yang sedang tumbuh, diperlikan 3 gr untuk
setiap kg berat badannya.
4. Vitamin
Setiap jenis vitamin yang masuk ke dalam tubuh,
tentunya akan mengatur sendiri dengan proses yang berbeda. Karena perannya yang
aman spesifik, setiap jenis vitamin tidak dapat menggantikan fungsi vitamin
yang lain. Sebab, fungsi vitamin adalah pemicu berbagai proses dalam tubuh,
yang mengawali terjadinya reaksi kimia di dalam sel-sel tubuh. Penyakit
kekurangan vitamin disebut avitaminosis. Vitamin yang larut dalam lemak adalah
A,D,E, dan K. Sedangkan yang larut dalam air adalah C dan vitamin B.
5. Mineral.
Fungsi mineral sama halnya dengan vitamin. Ia bekerja
sebagai pemicu proses, dan memiliki pembagian tugas yang unik. Mineral terdiri
dari, yodium, fosfor, kobalt, klor, magnesium, mangan, tembaga, kalsium,
kalium, zinc, sulfur, flour, zat besi,
6. Air.
Tahukah Anda, jika air itu dapat membantu mengatur
suhu tubuh kita. Pasalnya, berat tubuh kita terdiri atas air sebanyak 55%
sampai 75%. Peranan air di dalam tubuh kita, sebagai pengatur proses pengataran
zat gizi dan kimia tubuh lainnya ke dalam sel. Dan, membawa perginya limbah
yang dihasilkan tubuh.
2.4. Kesetimbangan
Energi
Energi
adalah kekuatan untuk bekerja, manusia membutuhkan energi untuk terus menerus
berhubungan dengan linkungannya. Selama hamil,
perempuan memerlukan energi tambahan sebesar 300 kkal/hari
untuk pertumbuhan janin, plasenta dan jaringan tambahan lainnya.
Tambahan keperluan energi ibu menyusui pada
enam bulan pertama adalah sebanyak 300 kkal/hari. Pada enam bulan kedua, tambahan sebanyak 550 kkal/hari dan untuk tahun kedua, tambahan
sebanyak 400 kkal/hari.
Kesetimbangan
energi = Pemasukan energi – pengeluaran energi
Pemasukan energi merupakan energi
yang dihasilkan selama
oksidasi makanan. Makanan merupakan sumber utama energi manusia.
Besarnya energi yang dihasilkan dengan
satuan kalori.
Pengeluaran energi adalah energi yang digunakan oleh tubuh
untuk men-support
jaringan dan fungsi-fungsi organ tubuh. jika pemasukan energi lebih banyak dari pengeluaran energi maka terjadi keseimbangan
positif, kelebihan energi akan disimpan dalam tubuh sehingga terjadi peningkatan berat badan.
2.5. Metabolisme
Basal
Metabolisme
basal adalah sebuah istilah untuk menunjukkan jumlah keseluruhan aktivitas
metabolisme, dengan tubuh dalam keadaan istirahat fisik maupun mental. Dalam
keadaan ini diperlukan oksigen paling sedikit, karena jaringan bekerja paling
sedikit. Kecepatan metabolisme basal diukur pada orang yang sedang istirahat
(tidur), sebelum makan maupun minum pada malam hari. Oksidasi anatara oksigen
dan karbon dioksida diukur.
Metabolisme
basal seorang laki-laki lebih tinggi dibanding dengan wanita. Umur juga
mempengaruhi metabolisme basal dimana umur yang lebih muda mempunyai
metabolisme basal lebih besar dibanding yang lebih tua. Rasa gelisah dan
ketegangan, misalnya saat bertanding menghasilkan metabolisme basal 5% sampai
10% lebih besar. Hal ini terjadi karena sekresi hormon epinefrin yang
meningkat, demikian pulatonus otot meningkat.
Dari
faktor yang mempengaruhi metabolisme tersebut, jelas dikatakan bahwa kecepatan
metabolisme tergantung dari kegiatan seseorang. Pada seorang pekerja kasar akan
lebih tinggi kecepatan matabolismenya daripada pekerja kantoran yang lebih
banyak duduk dalam pekerjaannya.
Kecepatan
metabolisme basal pada penyakit dipengaruhi oleh beberapa kelaianan pada kelenjar
tiroid. Aktivitas kelenjar tiroid yang berlebihan akan menaikkan kecepatan
metabolisme seperti pada hipertiroidisma. Kekurangan aktivitas kelenjar tiroid
akan melemahkan kecepatan metabolisme seperti pada kretinisme dan mixuderma.
Untuk menutupi kehilangan napas dan untuk mempertahankan produksi energi yang
diperlukan guna pembuatan panas dan kerja, maka orang memerlukan makanan.
2.6. Macam – Macam Diet
Macam
– macam Diet adalah sebagai berikut :
1. Diet rendah kalori rendah
karbohidrat
Tidak berarti orang
lantas tidak makan semua jenis karbohidrat. Asupan karbohidrat hanya dikurangi.
Konsumsilah beras merah atau roti gandum. Asupan protein dan lemak tetap
diperhatikan, namun tidak terlalu tinggi.
2. Diet rendah kalori tinggi protein
Bagi yang ingin
melakukan diet ini dia harus benar-benar fit, terutama ginjal dan lever. Jika
tidak, organ tubuh akan makin terbebani dan kondisi tubuh justru melemah. Diet
ini banyak mengonsumsi protein, seperti daging atau telur.
3. Diet rendah kalori rendah lemak
Orang dengan diet
seperti ini harus pintar-pintar menghitung asupan kalori. Semua jenis makanan
biasanya dikonsumsi, hanya saja dikurangi kalori dan lemak. Perlu diingat, satu
gram lemak sama dengan sembilan kalori. Diet jenis ini memang tidak bisa berlangsung
dengan cepat, paling-paling dua kilogram sebulan. Namun, hal ini sudah cukup
jika dilakukan secara konsisten.
4. Diet rendah kalori tinggi lemak dan
protein
Di sini yang dilakukan
adalah mengurangi asupan karbohidrat. Diet ini akan berlangsung lebih lama
lagi, itu pun jika orang yang berdiet mampu makan sedikit nasi atau bahkan
tidak sama sekali.
5.
Food
Combining.
Cara
ini adalah mengatur pola makan yang melibatkan teori asam dan basa, juga PH
netral. Meskipun semua makanan bisa dipilih, baik karbohidrat, protein, maupun
lemak, biasanya jenis makanannya tetap harus diatur. Misalnya, makan pagi hanya
dengan buah-buahan atau susu kedelai, lalu siang dengan nasi tiga sendok dipadu
sayur mayur dan tempe-tahu. Makan malam, karbohidrat juga dikurangi. Meski bisa
menurunkan berat badan cukup lumayan, sampai sekitar lima kilogram sebulan,
namun cara ini cukup rumit.
Perlu
Diperhatikan dalam Diet:
Makanlah
secara teratur sesuai jumlah pembagian makanan yang ditentukan dokter atau ahli
gizi. Jika berdiet dengan produk tertentu, lakukanlah sesuai dengan aturan yang
disarankan. Untuk menghilangkan rasa lapar sewaktu berdiet, perbanyak makan
sayur-sayuran. Usahakan agar tidak segera tidur sesudah makan. Lakukan gerak
badan secara teratur, di samping melakukan diet. Jika mengalami hypoglikemia
(kadar gula darah terlalu rendah), segeralah minum satu gelas sirup atau
satu-dua sendok teh gula pasir. Gejala gula darah terlalu rendah adalah: rasa
dingin gemetar, lemas, rasa perih di ulu hati, pusing, mata berkunang-kunang.
Berkonsultasi segeralah dengan dokter atau ahli gizi.
2.7. Gangguan / Masalah yang Berhubungan dengan
Nutrisi
v Obesitas
Obesitas merupakan peningkatan berat badan yang melebihi 20% batas normal berat badan seseorang. Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria.
Obesitas merupakan peningkatan berat badan yang melebihi 20% batas normal berat badan seseorang. Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria.
Wanita dengan
lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami
obesitas
Seseorang
yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat
badannya yang normal dianggap mengalami obesitas.
Obesitas digolongkan menjadi 3
kelompok :
- Obesitas
ringan : kelebihan berat badan 20-40%
- Obesitas
sedang : kelebihan berat badan 41-100%
- Obesitas
berat : kelebihan berat badan >100%
(Obesitas berat ditemukan
sebanyak 5% dari antara orang-orang yang gemuk).
Perhatian
tidak hanya ditujukan kepada jumlah lemak yang ditimbun, tetapi juga kepada
lokasi penimbunan lemak tubuh. Pola penyebaran lemak tubuh pada pria dan wanita
cenderung berbeda. Wanita cenderung
menimbun lemaknya di pinggul dan bokong, sehingga memberikan gambaran
seperti buah pir. Sedangkan pada pria biasanya lemak menimbun di sekitar perut,
sehingga memberikan gambaran seperti buah
apel. Tetapi hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang mutlak, kadang
pada beberapa pria tampak seperti buah pir dan beberapa wanita tampak
seperti buah apel, terutama setelah masa menopause.
v Malnutrisi
Malnutrisi merupakan masalah yang berhubungan dengan kekurangan gizi pada tingkat seluler atau dapat dikatakan sebagai masalah asupan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Malnutrisi merupakan masalah yang berhubungan dengan kekurangan gizi pada tingkat seluler atau dapat dikatakan sebagai masalah asupan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh.
2.8. Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Nutrisi
Faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi, yaitu :
a.
Pengetahuan
Rendahnya
pengetahuan tentang manfaat makanan bergizi dapat memengaruhi pola konsumsi
makan. Hal tersebut dapat disebabkan oleh kurangnya informasi, sehingga dapat
terjadi kesalaahan dalam pemenuhan
kebutuhan gizi.
b.
Prasangka
Prasangka
buruk terhadap beberapa jenis bahan makanan yang bernilai gizi tinggi, dapat
mempengaruhi status gizi seseorang.
c.
Kebiasaan
Adanya
kebiasaan yang merugikan atau pantangan terhadap makanan tertantu dapat juga
memepengaruhi status gizi.
d.
Kesukaan
Kesukaan yang
berlebihan terhadap suatu jenis makanan dapat mengakibatkan kurangnya variasi
makanan, sehingga tubuh tidak memperoleh
zat-zat gizi yang dibutuhkan secara cukup.
e.
Ekonomi
Status
ekonomi dapat memepengaruhi perubahan status gizi. Penyediaan makanan yang
bergizi membutuhkan dana yang tidak sedikit, sehingga perubahan status
gizi dipengaruhi oleh status ekonomi. Dengan kata lain, orang dengan status
ekonomi kurang biasanya kesulitan dalam penyediaan makanan bergizi.
Sebaliknya, orang dengan status ekonomi cukup
lebih mudah untuk menyediakan makanan yang bergizi.
2.9. Tindakan Untuk Mengatasi Masalah Nutrisi
a.
Menstimulasi nafsu makan
Dapat membantu menstimulasi nafsu makan dengan
adaptasi lingkungan, konsultasi dengan ahli
gizi, ketentuan diet khusus dan pilihan makanan, pemberian obat yang
menstimulasi nafsu makan, konseling kepada keluarga.
b.
Terapi diet dalam manajemen penyakit
Nutrisi yang baik penting bagi
kesehatan dan penyakit, tetapi pola asupan diet yang spesifik yang menghasilkan nutrisi yang baik sering
kali harus dimodifikasi dengan penyakit khusus. Modifikasi diet penting untuk
menyesuaikan dengan kemampuan tubuh untuk metabolisme nutrien tertentu,
memeriksa defisiensi nutrisi yang berhubungan dengan
penyakit, dengan mengeliminasi makanan yang memperburuk gejala penyakit.
c.
Pemberian
Nutrisi melalui Oral
Pemberian nutrisi melalui oral merupakan tindakan yang
dilakukan untuk yang tidak mampu memenuhi
kebutuhan nutrisi secara sendiri dengan cara membantu memberikan makanan
atau nutrisi melalui oral (mulut), bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan membangkitkan selera makan.
d.
Pemberian
Nutrisi melalui Enteral
Pemberian nutrisi melalui enteral adalah pemberian
nutrien melalui saluran gastrointestinal dengan menggunakan selang atau kateter
khusus (feeding tube). Pemberian nutrisi enteral diperlukan pada penderita yang
memerlukan asupan nutrien
e.
Pemberian
Nutrisi melalui Parenteral
Pemberian nutrisi melalui parenteral adalah pemberian
nutrien melalui pembuluh darah balik yang biasa berupa vena perifer atau vena
sentral. Nutrisi parenteral diperlukan bagi
yang menghadapi resiko malnutrisi namun tidak
mampu atau tidak boleh mendapatkan kecukupan nutrien
lewat saluran cerna. Nutrisi parenteral perlu dibedakan dengan pemberian infus
yang hanya terdiri atas cairan, elektrolit, dan karbohidrat untuk mepertahankan
hidrasi, keseimbangan elektrolit serta memberikansedikit kalori.
BAB III
KESIMPULAN
Semua sel tubuh membutuhkan makanan yang cukup,
makanan merupakan kebutuhan pokok untuk hidup, dan beberapa zat makanan penting
sekali untuk kesehatan. Bila makanan tidak mengandung zat gizi yang dibutuhkan
sel tubuh kelancaran kerja fisiologis akan terganggu.
Sistem yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi
adalah sistem pencernaan yang terdiri atas saluran pencernaan dan
organasesoris. Saluran pencernaan dimulai dari mulut sampai usus halus bagian
distal, sedangkan organ asesoris terdiri atas hati, kantong empedu,
dan pancreas.
Lebih dari 40 jenis zat gizi di dalam makanan,
dikelompokkan menjadi 6 kelompok dengan fungsi yang unik dan spesifik yaitu
karbohidrat, lemak, protein, vitaman, mineral, air.
Daftar Pustaka
Karlina Novvy & Hj. Gustina, S.ST (2014).Keterampilan Dasar Kebidanan 1. Bogor :
In Medika.
Musrifatul Hidayat,A. Aziz Alimul Hidayat (2008).Keterampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan.
Jakarta : Salemba Medika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar