animasi blog
Animasi Blog
animasi blog
Animasi Blog
animasi blog

Sabtu, 29 April 2017

Laporan Praktikum Farmakologi Pulvis & Pulveres



Pulveres dan Pulvis
TUJUAN :
Mahasiswa dapat membuat sediaan obat dalam bentuk pulveres dan pulvis ( serbuk terbagi dan serbuk tidak terbagi ) dengan baik, dengan permasalahan serbuk bersifat higroskopis dan pembuatan pulvis dengan metode pulverization by intervention.
A.   DASAR TEORI :

1.      Pulvis dan pulveres
Serbuk adalah campuran homogen dua atau lebih obat yang diserbukan. Pada
pembuatan serbuk kasar, terutama simplisia nabati, digerus lebih deahulu
sampai derajat halus tertentu setelah itu dikeringkan pada suhu 50o C.
Serbuk obat yang mengandung bagian yang mudah menguap, dikeringkan dengan
pertolongan kapur tohor atau bahan pengering lain yang cocok, setelah itu diserbuk dengan jalan digiling, ditumbuk dan digerus sampai diperoleh serbuk yang mempunyai derajat halus sesuai yang tertera pada pengayak dan derajat halus serbuk. ( Anief, M., 2005 )
2.      Pulvis
Pulvis (serbuk) adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian oral atau pemakaian luar. Karena mempunyai luas permukaan yang luas, serbuk lebih mudah terdispersi dan lebih larut daripada bentuk sediaan yang dipadatkan. Anak-anak dan orang dewasa yang sukar menelan kapsul atau tablet lebih mudah menggunakan obat dalam bentuk serbuk. Biasanya serbuk oral dapat dicampur dengan air
minum.
Jenis serbuk :

1.      Pulvis Adspersorius (serbuk tabur)
Adalah serbuk ringan, bebas dari butiran kasar dan dimaksudka untuk obat luar.
Umumnya dikemas dalam wadah yang bagian atasnya berlubang halus untuk memudahkan penggunaan pada kulit

2.      Pulvis Dentrifricius (serbuk gosok gigi)
Serbuk gigi, biasanya menggunakan carmin sebagai pewarna yang dilarutkan terlebih dahulu dalam chloroform / etanol 90%

3.      Pulvis Sternutatorius (serbuk bersin)
Adalah serbuk bersin yang penggunaannya dihisap melalui hidung, sehingga serbuk tersebut harus halus sekali
4.      Pulvis Effervescent
Merupakan serbuk biasa yang sebelum ditelan dilarutkan terlebih dahulu dalam air dingin atau air hangat dan dari proses pelarutan ini akan mengeluarkan gas CO2. Kemudian membentuk larutan yang pada umumnya jernih. Serbuk ini merupakan campuran antara senyawa asam dengan senyawa basa.(Anonim, 2004)
B.    RESEP
1.    R/ Acid Salicylic 1
Menthol                       0,05 mg
Talc                             24 mg
M. f. Pulv.
S.u.e
Pro : Yayuk

2.    R/ Paracetamol 2,5
CTM                            10 mg
Lactosum                    q.s
M. f. Pulv. No.V
S.t.d.d p I

Pro : Didik

3.    Cara kerja Pulvis:
a.       Talk ditimbang sejumnlah 24 gr.
b.      Asam salisilat ditimbang sejumlah 1 gr dan menthol 0,05 gr.
c.       Asam salisilat dan menthol digerus dalam mortir dengan beberapa tetes alkohol.
d.      Campur asam salisilat, dengan talk dalam mortir, setelah itu ayak, untuk menghomogenkan campuran.
e.       Masukan dalam wadah/pot dan beri etiket.

Cara kerja Pulveres:
a.       Paracetamol ditimbang sejumlah 2,5 gr
b.      CTM ditimbang dengan pengenceran 1:10, dari pengenceran diambil 100 mg.
c.       Lactosum ditimbang secukupnya
d.      Semua bahan obat dicampur dalam mortir sampai homogen.
e.       Serbuk dibagi berdasarkan penglihatan, dibungkus dengan kertas pekamen, dimasukan plastik, dan diberi etiket.


4.    Etiket
Rounded Rectangle: Jl.Laksda Adisucipto 6,3 Km Depok Sleman Yk
No 1          12 April 2017
An. Yayuk
Pemakaian Luar
₰
 
a.        





b.     


Rounded Rectangle: Jl.Laksda Adisucipto 6,3 Km Depok Sleman Yk
No 1          12 April 2017
An. Didik
3 x Sehari 1 bungkus
₰
 












C.   PEMBAHASAN
Resep a. :
  • Salicyltalk :
PULVIS ACIDI SALICYLICI CUM TALCO
Serbuk salisil talk, Ph Belanda ed. V hal 270
Campurlah :
Asam salisilat dijadikan serbuk 3
Pati beras 10
Talk 87
  • Iodium, (FI ed. IV hal 470)
Keeping
/ granul berat, hitam keabu-abuan, bau khas, berkilau seperti metal.
Sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam carbon disulfide, dalam
chloroform, dalam carbon tetra chloride dan dalam eter. Larut dalam
etanol dan dalam larutan iodide dan agak sukar larut dalam gliserin.
Khasiat : antiseptic extern
  • Acidum Salycilicum, (FI ed. IV hal 51)
Hablur
putih biasanya berbentuk jarum, halus / serbuk hablur warna putih, rasa
agak manis dan tajam dan stabil di udara, bentuk sintesis warna putih
dan tidak berbau jika dibuat methyl salicil alam dapat berwarna
kekuningan / merah jambu lemah mirip menthol. Mudah larut dalam etanol
dan dalam eter, larut dalam air mendidih, agak sukar larut dalam
chloroform.
Khasiat : keratolitikum
  • Talcum, (FI ed. IV hal 771)
Serbuk sangat halus putih / putih kelabu berkilat dan mudah melekat pada kulit dan bebas dari butiran
Khasiat : bahan pengisi
  • Amylum Oryzae, (FI ed. IV hal 108)
Serbuk sangat halus, putih, tidak berbau, tidak berasa. Praktis tidak larut dalam air dingin dan etanol.
Khasiat : bahan pengisi

            Resep b:
·         Ammonium Chloridum, (FI ed. IV hal 94)
Hablur
tidak berwarna / serbuk hablur halus / kasar berwarna putih rasa asin
dan dingin,higroskopis. Mudah larut dalam air dan gliserin, dan lebih
mudah larut dalam air mendidih, sedikit larut dalam etanol.
Khasiat : ekspektoran
·         Codeinum Hydroclorodinum, (FI ed. IV hal 252)
Hablur
tidak berwarna / serbuk hablur berwarna putih. Larut dalam air, sukar
larut dalam etanol, praktis tidak larut dalam chloroform dan eter
Khasiat : antitusiv
·         Chlorpheniramini Maleas, (FI ed. IV hal 210)
Serbuk
hablur putih, tidak berbau, larutan punya Ph antara 4 dan 5. Mudah
larut dalam air, larut dalam etanol dan larut dalam chloroform. Sukar
larut dalam eter dan garam benzena.
Khasiat : antihistamin
·         Saccharum Lactis / Laktosum, (FI ed. IV hal 488)
Serbuk
/ massa hablur, keras putih / putih krem. Tidak berbau dan rasa sedikit
manis. Stabil diudara tapi menyerap bau. Mudah ( pelan-pelan ), larut
dalam air dan lebih mudah larut dalam air mendidih. Sangat sukar larut
dalam etanol, larut dalam chloroform dan eter.
Khasiat : bahan pemanis dan pengisi / penambah volum

Keuntungan dan Kerugian Sediaan Bentuk Serbuk
Keuntungan bentuk serbuk, antara lain :
  1. Serbuk lebih mudah terdispersi dan lebih larut daripada sediaan yang dipadatkan.
  2. Anak-anak atau orang tua yang sukar menelan kapsul atau tablet lebih mudah menggunakan obat dalam dalam bentuk serbuk.
  3. Masalah stabilitas yang sering dihadapi dalam sediaan cair, tidak ditemukan dalam sediaan serbuk.
  4. Obat yang tidak stabil dalam suspensi atau larutan air dapat dibuat dalam bentuk serbuk.
  5. Obat yang terlalu besar volumenya untuk dibuat tablet atau kapsul dapat dibuat dalam bentuk serbuk.
  6. Dokter lebih leluasa dalam memilih dosis yang sesuai dengan keadaan penderita
Kerugian bentuk serbuk, antara lain :
  1. Tidak tertutupnya rasa dan bau yang tidak enak (pahit, sepet, lengket dilidah, amis, dan lain-lain).
  2. Pada penyimpanan kadang terjadi lembap atau basah.

Syarat-syarat Serbuk
Secara umum syarat serbuk adalah sebagai berikut.
  1. Kering
  2. Halus
  3. Homogen
  4. Memenuhi uji keragaman bobot (seragam dalam bobot) atau keseragaman kandungan (seragam dalam zat yang terkandung) yang berlaku untuk serbuk terbagi/pulveresyang mengandung obat keras, narkotik, dan psikotropik.


Tujuan Pengobatan:
Dengan kombinasi yang tertuis dalam resep adalah untuk mengurangi rasagatal pada kulit yang disebabkan oleh jamur dan kuman. Baik digunakan setelah mandi dan ditaburkan pada bagian yang gatal.
D.   KESIMPULAN :
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa resep no. 1
harus dikerjakan dengan cara cepat dan dengan metode yang tepat agar
serbuk yang dihasilkan tidak lembek/basah. Dan resep no 2 harus lebih teliti dalam membagi takaran di kertas perkamennya.

E.    DAFTAR PUSTAKA :

Anief, M., 2005, Ilmu Meracik Obat Teori dan Praktek, UGM Press, Yogyakarta

Anonim, 1995, Farmakope Indonesia, IV, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta

Anonim, 2004, Ilmu Resep Teori Jilid I (untuk kelas I), Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta



Yogyakarta, 29 April 2017


Chlara Melanie Triandari
(16140038)

Selasa, 25 April 2017

Sistem IT dalam Kebidanan



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi telah merubah bagaimana cara kita hidup dan bekerja. Perkembangan teknologi informasi dunia yang begitu pesat sekarang ini telah merambah ke berbagai sektor. Seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, kita juga dituntut untuk dapat memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut. Salah satu cara memanfaatkan perkembangan teknologi informasi adalah penggunaan komputer di berbagai bidang kehidupan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh lembaga penelitian Nielsen pada Agustus 2009, 276.9 juta orang menggunakan e-mail di seluruh Amerika, beberapa negara Eropa, Australia, dan Brazil, meningkat hingga 20 percent dibandingkan tahun 2008. Para pekerja, ibu rumah tangga, manajer, dan para remaja menggunakan internet untuk mengirim email, menelusuri internet, mencari data, bersosialisasi, bahkan bermain games.
Penggunaan komputer saat ini sudah mempengaruhi hampir di seluruh aspek kehidupan. Komputer merupakan perangkat elektronik yang tidak lagi asing bagi masyarakat dunia. Saat ini hampir seluruh bidang pekerjaan menggunakan komputer untuk membantu seseorang dalam pekerjaannya. Disisi lain kita menyadari bahwa teknologi komputer merupakan salah satu alat penting dalam peradaban manusia khususnya pada era globalisasi sekarang ini.
Manfaat komputer sangat banyak dan beraneka ragam. Pemanfaatan komputer secara bijak akan sangat membantu pada bidang pekerjaan tersebut. Manfaat penggunaan komputer tidak hanya dirasakan oleh para penggunanya tetapi juga akan dirasakan oleh organisasi atau perusahaan di tempat orang tersebut bekerja. Begitu banyak dampak yang ditimbulkan dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat.
Pada kesempatan ini, saya akan membahas mengenai peranan dan manfaat penggunaan komputer khususnya di bidang kesehatan. Akan sangat disayangkan jika perkembangan teknologi informasi dalam dunia medis tidak ditingkatkan, karena secara otomatis dunia medis akan jauh tertinggal dengan bidang-bidang lainnya, dimana dijaman sekarang ini setiap bidang menggunakan komputer untuk membantu mereka beradaptasi dengan teknologi yang semakin berkembang.
Sebagai contoh di negara Amerika Serikat dan negara yang relatif maju baik dari sisi anggaran kesehatan maupun teknologi informasi komputer, rumah sakit rata – rata menginvestasikan anggarannya beberapa persen untuk teknologi informasi. Negara-negara yang tidak memanfaatkan perkembangan teknologi informasi akan menjadi sangat tertinggal dengan negara-negara lainnya.



B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Peranan Bidan dalam penggunaan Teknologi?
2.      Apa contoh kasus atau alat yang dapat digunakan dalam dunia Kebidanan?
C.     Manfaat
Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak, khususnya mahasiswi kebidanan untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai informatika dan teknologi dalam kebidanan
D.     Tujuan
Untuk menambah pengetahuan mahasiswi bidan dibidan informatika dan teknologi yang digunakan dalam dunia medis (kebidanan) dan juga untuk mengetahui apa saja kasus atau alat yang digunakan dalam dunia kebidanan yang berhubungan dengan teknologi informatika.


BAB II
PEMBAHASAN

1.       Peranan Bidan dalam pemanfaatan Teknologi informasi
Dalam perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat diberbagai bidang menuntuk setiap personal atau individu untuk selalu update dan mau tidak mau untuk mengikutinya tak terkecuali bidan. Bidan yang merupakan ujung tombak tenaga kesehatan didesa dan berperan penting untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya kesehatan terutama ibu dan anak. Dengan adanya edukasi kesehatan dimasyarakat nantinya akan tercipta masyarakat yang peduli akan kesehatan baik kesehatan pribadi maupun kesehatan lingkungan.
Peranan bidan dalam teknologi informasi, banyak sekali yang bisa dilakukan bidan dalam penggunaan teknologi antara lain dalam mengunakan website, aplikasi atau software kebidanan, SMS gateway, penggunaan alat USG, robot, dan banyak lainnya. Sebagai gambaran, wahya perkembangan internet dipedesaan sudah semakin maju dan ini memudahkan seorang bidan dalam mengedukasi masyakarat. Dalam mengedukasi masyarakat, dapat menggunakan website sebagai media informasi ini. Semakin menambah.

2.      Kasus Penerapan IT dalam Kebidanan
INKUBATOR
Peran teknologi informasi dalam dunia kebidanan sangat lah penting untuk di implementasikan. Karena kita tahu, teknologi informasi sangat membantu dalam segala aspek kehidupan. Dengan teknologi informasi dalam dunia kebidanan, misalnya dengan website yang berisi tentang informasi kebidanan, banyak orang akan tahu dan mudah mengakses dimana saja dan kapan saja. Disamping itu, website juga bisa sebagai alat iklan untuk para bidan. Untuk para ibu hamil , website kebidanan bisa dijadikan acuan untuk mendapatkan informasi tentang tips ibu hamil. Teknologi informasi kebidanan juga bisa dijadikan alat untuk menghimbau kepada para ibu hamil , misalnya dengan iklan di TV yang memberitahukan apa saja yang harus dilakukan ibu hamil dsb. Dengan teknologi informasi , kebidanan di Indonesia akan mengalami peningkatan , baik dari segi pemberitahuan informasi, ataupun sebagai media iklan bagi para bidan.
            Inkubator Bayi, dalam proses persalinan, bayi yang dilahirkan dengan bobot yang rendah disebut dengan bayi prematur. Ketika masih dalam kandungan, bayi prematur hidup dalam perut ibunya dengan temperatur yang sama dengan temperatur tubuh ibunya (36-37oC). Ketika baru dilahirkan, bayi prematur belum dapat menyesuaikan diri terhadap temperatur di luarlingkungan perut ibunya. Oleh sebab itu bayi prematur harus dibantu untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya yang baru dengan meletakkannya ke dalam inkubator. Inkubator bayi menurunkan suhu secara perlahan sehingga dapat membuat bayi merasa nyaman. Saat ini inkubatorbayi yang ada di pasaran umumnya memiliki harga yang relatif mahal. Hal ini disebabkan karena sebagian besar inkubator yang ada merupakan produk impor. Oleh sebab itu, Prof. Dr. Ir. RaldiArtono Koestoer, DEA dari Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia mencoba untuk mengembangkan dan membuat inkubator bayi dengan harga yang lebih terjangkau namun tetap berkualitas tinggi. Pengembangan inkubator bayi ini berawal saat Prof. Raldi mengunjungi rumah kakaknya pada tahun1989. Ketika itu kakaknya membawa sebuah inkubator bayi yang telah rusak. Mulailah Prof. Raldimempelajari kerusakan- kerusakan pada inkubator tersebut. Kemudian kakaknya berkata, “Kenapa tidak kamu saja yang membuat inkubator ini?” Dan dari sanalah Prof. Raldi mulai berfikir untuk mengembangkan inkubator bayi. Setelah menjalani berbagai macam penelitian, akhirnya pada tahun 2002 inkubator bayi tersebut selesai dibuat. Selanjutnya, inkubator ini memasuki proses pabrikasi sehingga inovasinya terus berkembang dengan pesat. Permintaan akan inkubator ini pun semakin banyak sehingga SDM-nyaterus berkembang, terciptanya lapangan kerja, dan menambah pengetahuan karena selalu berusaha untuk berinovasi.
          Untuk membuat lingkungan yang nyaman bagi bayi prematur, suhu di dalam inkubator diturunkan secara perlahan. Misalnya, temperatur awal di lingkungan sekitar adalah 36-37oC, maka inkubator tersebut diatur temperaturnya menjadi 33-34oC. Panas di inkubator ini berasal dari heater yang diletakkan dibawah inkubator, yang kemudian dialirkan ke atas menggunakan fan. Temperatur didalam inkubator tersebut akan tetap bertahan sesuai dengan setting-an awal karena proses pengaturannya bekerja secara otomatis. Misalnya, jika temperatur yang diinginkan adalah 34oC, maka jika sudah naik mencapai 34oC heater-nya akan otomatis mati. Dan ketika temperaturnya sudah turun menjadi 33oC, maka heater-nya akan menyala lagi. Pada dasarnya inkubator produk dalam dan luar negeri prinsip kerjanya sama saja. Yang membedakannya adalah desainnya, pintunya, engselnya, dan heater-nya. Kelebihan inkubator buatan Prof. Raldi ini adalah hemat energi. Sedangkan inkubator buatan luar negeri memiliki watt yang tinggi, sehingga membutuhkan energi listrik yang cukup besar. Hal ini disebabkan karena di luar negeri, mereka menghadapi temperatur yang rendah. Sehingga membutuhkan energi yang besar untuk menaikan temperatur. Sedangkan di Indonesia temperaturnya sekitar 28-29oC, sehingga tidak memerlukan energi yang terlalu besar untuk menaikan temperatur.

3.       SOFWARE DALAM  DUNIA MEDIS                                                                        
Dibawah ini adalah beberapa software yang dapat membantu petugas kesehatan dalam menyelesaikan tugasnya atau perangkat pendukung pada fasilitas kesehatan.
a.       Software Kesehatan
Piranti lunak ini akan memberikan kepada anda sebuah informasi yang anda perlukan tentang kesehatan anda. Dengan mengklik bagian bagian tubuh yang sakit pada software tersebut, komputer akan memberikan kepada anda informasi dan ciri ciri tentang penyakit tertentu didalam tubuh anda. Dengan memasukkan ciri ciri tersebut kepada input yang telah disediakan, komputer akan memperkirakan penyakit apa yang anda derita dan memberikan saran dalam penanganan untuk pengobatan.
Tentunya piranti lunak ini tidak dimaksudkan bagi anda untuk mengganti tugas dokter, karena piranti lunak ini hanyalah memperkirakan saja dan hanya memberikan anda informasi saja dan tidaklah sepenuhnya akurat. Obat obat yang disarankan didalam software ini adalah obat obat warung yang tidak berbahaya, akan tetapi akan memuat dan memperkirakan penyakit penyakit berbahaya yang bisa anda informasikan kepada dokter anda untuk keterangan lebih lanjut. 
b.      SB006 - Software Klinik Kesehatan 2.0
Masyarakat semakin pandai dalam menilai kualitas produk/pelayanan, termasuk pada pelayanan kesehatan (Klinik). Para penyedia jasa juga semakin meningkatkan kualitas. Hasilnya sebuah persaingan. Siapa yang akan beruntung, tergantung siapa yang lebih jeli melihat perubahan serta memanfaatkan teknologi terkini. Komputerisasi akan membawa perubahan dalam standar kualitas. Komputerisasi tidak emsti mahal dan ruwet. Dia harus sederhana, efektif dan praktis. Software SimpleBiz (Klinik 2.0) didesain utnuk memberi solusi praktis bagi klinik. Pastikan untuk memiliki dan menggunakan program ini. Hasilnya peningkatan kualitas pelayanan dan apresiasi pelanggan yang luar biasa.
Fasilitas program
-          Setting (kamar, biaya-biaya)
-          Mengganti nam klinik 9identitas pengguna)
-          Daftar kamar, pasien dan dokter
-          Transaksi pengobatan
-          Laporan transaksi pengobatan


·         Software
1.       Windows 98, 2000,XP
2.       Ms. Office Access 2000/2002/20

c.       Smartdoctor
          Smartdoctor adalah software multimedia kedokteran pertama berbahasa indonesia. Software ini berisi hampir semua penyakit dalam ilmu kedokteran meliputi : penyakit mata, syaraf, THT, kulit dan kelamin, gigi dan mulut, kedokteran forensik, kedokteran jiwa, anastesi, kebidanan dan kandungan, bedah, penyakit dalam dan kesehatan anak. Masing-masing penyakit dijelaskan secara sistematis.
d.      MedRegPlus
         MedRegPlus adalah software Sistem Informasi Registrasi dan Reservasi Klinik yang dilengkapi dengan Software Aplikasi Sistem Informasi Apotek. Sehingga selain mengolah data registrasi dan resevasi pasien, klinik juga dapat mengolah data pembelian dan penjualan obat kepada konsumen.
         Dalam pencatatan data registrasi dan reservasi serta transaksi pembelian dan penjualan obat, MedRegPlus sudah dilengkapi dengan sistem pencatatan menggunakan Tahun Buku. Sehingga bisa diketahui laporan tahunan dari registrasi dan reservasi pasien serta transaksi pembelian dan penjualan obat. Selain itu, pencatatan data diri tentang dokter dan pasien pada MedRegPlus juga cukup lengkap, sehingga data yang ada akan lebih valid. Pencatatan data registrasi dan reservasi juga akan dicatat lengkap dengan tanggal saat pasien melakukan registrasi dan reservasi. Sehingga kevalidan data lebih terjamin.
         MedRegPlus juga dilengkapi dengan menu janji, sehingga pasien bisa membuat janji terlebih dahulu dengan dokter yang dipilih. Selain itu laporan registrasi dan reservasi juga sudah dilengkapi dengan laporan per periode tanggal dan tahunan, sehingga bisa diketahui jumlah pasien yang teregistrasi dan tereservasi selama periode tanggal yang dipilih atau per tahun buku yang dipilih.


e.      SIKDA Generik
          Pusat Data dan Informasi membuat software SIKDA yang open source untuk puskesmas dan kabupaten, yang bersifat inter-operable dengan sistem-sistem pencatatan dan pelaporan yang sudah ada. Software SIKDA yang bersifat generik ini telah siap untuk dibagikan ke seluruh puskesmas pada tahun ini, dan selanjutnya akan bertahap ke SIK Rumah Sakit. Banyak manfaat yang dapat diambil dengan penggunaan SIKDA generik, misalnya dalam hal administrasi, dengan SIKDA generik maka akan mengurangi waktu tunggu pasien, alur lebih jelas, dan mengurangi beban administrasi petugas kesehatan sehingga pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien. Selain itu, dalam hal medis SIKDA generik mampu meminimalisasi terjadinya kesalahan medis, dan secara tidak langsung meningkatkan penggunaan obat generik di masyarakat.
                            Informasi : Pusdatin KemKes

f.        Open EMR
     Openemr adalah software rekam medis elektronik dan manajemen praktek medis berbasis web. Aplikasi ini berisi rekaman riwayat kesehatan elektronik, fitur untuk penjadwalan pasien, laporan pembukuan dan tagihan asuransi dengan kontrol hak akses yang berbeda.
·         Fitur Open ERP
- Free Open Source
- ONC Certified
- Informasi keadaan Pasien
- Penjadwalan Pasien
- Electronic Medical Records
- Resep
- Medical Billing
- Multibahasa
- Portal Pasien
- Keamanan
- Suport
- Dukungan Komunitas

g.    Distro Linux Open Suse Medical
 Sistem Operasi berbasis Open Source yang khusus untuk para dokter praktek dan klinik. Distro ini menyertakan sejumlah aplikasi untuk memanage praktek dan mengorganisir rekam medis digital (file pasien) : FreeMed, OpenEMR, FreeMedForms dan GNUMed. Aplikasi lain FreeDiams, mendukung para dokter untuk resep obat dan Tempo, yang menampilkan data EEG.

4.       SYSTEM INFORMASI
a.       Vesalius THIS (Totally Hospital Information System)
     Teknologi merupakan sesuatu yang diciptakan untuk memudahkan manusia atau penggunanya dalam melakukan suatu pekerjaan agar dapat diselesaikan secara efektif dan efisien. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong diterapkannya teknologi pada berbagai aktivitas atau kegiatan baik bisnis, sosial, dan lainnya. Rumah sakit sebagai salah satu unit atau organisasi yang melayani masyarakat dalam bidang kesehatan juga harus didukung oleh fasilitas-fasilitas dari teknologi yang memadai. Penerapan teknologi di rumah sakit bertujuan untuk mencapai pelayanan yang maksimum bagi masyarakat. Salah satu contoh teknologi yang diterapkan di rumah sakit adalah Sistem Informasi Manejemen (SIM) Rumah Sakit yang dikenal dengan Vesalius THIS (Totally Hospital InformationSystem).
Vesalius THIS (Totally Hospital Information System) merupakan suatu terobosan terbaru dari sistem informasi dunia kedokteran yang berwujud software yang mengalirkan data secara elektronik dan transparan. Vesalius THIS ini diciptakan oleh Lai Teik Kin, CEO NovaHealth Pte, Ltd-Singapore. Hasil yang diperoleh adalah berupa data para pasien rumah sakit tersebut.
Vesalius THIS memiliki 2 modul utama yang saling bersinergi dan melengkapi, yaitu:
1)      HIS ( Hospital Information System)
     HIS adalah system informasi management yang diterapkan khusus untuk Rumah Sakit terintegrasi mulai dari data pendaftaran pasien sampai dengan pembayaran.semua data pasien terdaftar di server.
Modul HIS mengotomasi seluruh proses administrasi (back office), mencakup administrasi pasien, jadwal perawat dan dokter, farmasi, instalasi penunjang medis (lab dan radiologi), purchasing, inventory, medical record tracking, bahkan pemesanan makanan kepada instalasi gizi dari bagian rawat inap secara elektronik
Modul yang dimiliki software HIS yaitu:
• Modul Billing (Kasir)
   Modul ini mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan tagihan yang terintegrasi dengan semua modul lainnya. Tagihan yang diinput di semua unit kemudian dikumpulkan dan diolah menjadi data billing statement atau invoice per pasien, seperti tagihan pasien yang masih dirawat , laporan rekap uang yang masuk per hari, laporan tagihan pasien yang belum dibayar, laporan pembayaran pasien, detail dan summary.
• Modul Registrasi Pasien
  Modul ini berfungsi untuk proses pendaftaran pasien baru, pencarian data pasien lama, admisi ke poli untuk pasien rawat jalan atau admisi ke kamar/bed untuk pasien rawat inap. Setiap kali dan selama pasien diberikan tindakan, data rekam medis akan otomatis tersimpan.
• Modul Rekam Medis
   Modul untuk mencatat semua data kesehatan, obat (catatan medis), operasi, hasil laboratorium yang telah dilakukan terhadap pasien selama dirawat di rumah sakit. 
• Modul Farmasi dan Apotik
   Terdiri dari formulasi obat (nama, nama generik, indikasi, kontra indikasi, efek samping, komposisi, dan golongan terapi), standarisasi obat, pelayanan farmasi, laporan stok obat, transaksi pembelian menggunakan alat bantu barcode untuk mempercepat pelayanan, laporan penjualan dan penghasilan apotik.
• Modul Laboratorium,
   Terdiri dari registrasi pasien dan jenis pemeriksaan yang diperlukan, daftar pencarian pesanan pemeriksaan dengan kata kunci nomor rekam medis, nomor order, atau nama pasien, pencetakan hasil pemeriksaan, data statistik jumlah pemeriksaan per kelompok pemeriksaan spesimen (hematology, kimia, urine, dan feses) per periode tertentu, dan laporan penghasilan laboratorium.
• Modul Radiology dan Elektromedis,
   Terdiri dari daftar pesanan pemeriksaan, dengan kata kunci nomor rekam medis, nomor order, atau nama pasien, pencetakan hasil pemeriksaan, data statistik jumlah pemeriksaan per item pemeriksaan.
• Modul Gizi      
   Terdiri dari pengaturan konsultasi pasien rawat inap kepada ahli gizi, pengaturan menu makanan pasien rawat inap, pengaturan jumlah porsi makanan.
• Modul UGD  
   Adalah modul yang berfungsi untuk pendaftaran dan admisi pasien gawat darurat. Modul ini terdiri dari registrasi dan admisi pasien UGD, daftar pasien UGD, pengisian data rekam medis, form pemeriksaan ke unit penunjang.
• Modul Rehabilitasi,       
   Terdiri dari pemeriksaan / rujukan therapy rehabilitasi untuk pasien rawat inap dan rawat jalan, penentuan harga tindakan dan penggunaan sarana rehabilitasi per kelas, yang terintegrasi dengan modul billing.
• Modul Umum dan Perlengkapan (Gudang),  
   Terdiri dari pencatatan pembelian barang, permohonan pengadaan barang, penerimaan faktur dan barang, laporan-laporan, stock inventory.
• Modul Instalasi Prasarana dan Sarana Rumah sakit
• Modul Kepegawaian
• Modul Keuangan,   merupakan modul yang berguna untuk mencatat semua transaksi keuangan yang timbul akibat semua kegiatan yang terjadi pada modul-modul lainnya.

2)      CIS (Clinical Information System)
          Modul CIS menyajikan proses klinis (layanan medis), baik inpatient maupun outpatient yang mencakup Outpatient Clinical Management yang terdiri dari order management, electronic medical record (EMR), medical alerts, e-prescription atau resep elektronik, serta Inpatient Clinical Management. Dengan resep elektronik tersebut, dokter cukup hanya mengetikkan resep obat yang akan diberikan ke pasiennya lewat komputer.
Program ini difungsikan melalui sentral administrasi yang dimulai dengan rekaman hasil manual report bagi pasien dan calon pasien yang telah terdaftar. Manual report yang telah terdata dikelompokkan dan direkam pada modul HIS, kemudian diakses dengan masing-masing admin yang dibutuhkan manajemen perumahsakitan. Kombinasi ini di protect pada security Vesalius manajemen. Data pada central administrasi yang terkelompok pada HIS akses saling berhubungan pada Unified EMR, yang dapat mengklasifikasikan sejumlah data yang masuk dari manual report. Unified EMR mampu membedakan serta memberikan catatan klinik sebelumnya, yakni tingkat alergi pasien, resep dokter, laporan radiology, hingga referensi material yang dibutuhkan baik bagi dokter atau pasien. Referensi material tersebut mencakup hal-hal berikut ini:
·    Kelengkapan obat-obatan
·   Daftar rumah saikit online
·   Hasil rekaman laboratorium
       Unified EMR dibuat untuk masing-masing pasien, sedangkan modul HIS dibuat untuk masing-masing rumah sakit. Modul HIS ini memiliki akses yang mampu melayani lebih dari 5 rumah sakit (dengan satu grup perumahsakitan yang sama) dan saling terhubung dengan program Vesalius THIS.

Tujuan Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan
Melalui hasil pengembangan sistem informasi diatas, maka diharapkan dapat menghasilkan hal-hal sebagai berikut:
a.       Perangkat lunak tersebut dikembangkan sesuai dengan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah daerah.
b.      Dengan menggunakan open system tersebut diharapkan jaringan akan bersifat interoperable dengan jaringan lain.
c.       Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mensosialisasikan dan mendorong pengembangan dan penggunaan Local Area Network di dalam kluster unit pelayanan kesehatan baik pemerintah dan swasta sebagai komponen sistem di masa depan.
d.      Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan kemampuan dalam teknologi informasi video, suara, dan data nirkabel universal di dalam Wide Area Network yang efektif, homogen dan efisien sebagai bagian dari jaringan sistem informasi pemerintah daerah.
e.      Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan merencanakan, mengembangkan dan memelihara pusat penyimpanan data dan informasi yang menyimpan direktori materi teknologi informasi yang komprehensif.
f.        Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan secara proaktif mencari, menanalisis, memahami,menyebarluaskan dan mempertukarkan secara elektronis data/informasi bagi seluruh stakeholders
g.       Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan memanfaatkan website dan access point lain agar data kesehatan dan kedokteran dapat dimanfaatkan secara luas dan bertanggung jawab dan dalam rangka memperbaiki pelayanan kesehatan sehingga kepuasan pengguna dapatdicapai sebaik-baiknya
h.      Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan merencanakan pengembangan manajemen SDM sistem informasi mulai dari rekrutmen, penempatan, pendidikan dan pelatihan, penilaian pekerjaan, penggajian dan pengembangan karir.
i.         Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan unit organisasi pengembangan dan pencarian dana bersumber masyarakat yang berkaitan dengan pemanfaatan dan penggunaan data/informasi kesehatan dan kedokteran.
j.        Dapat digunakan untuk mengubah tujuan, kegiatan, produk, pelayanan organisasi, untuk mndukung agar organisasi dapat meraih keunggulan kompetitif.
k.       Mengarah pada peluang-peluang strategis yang dapat ditemukan.

Ruang Lingkup Sistem Informasi Kesehatan
Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan, mencakup pengelolaan informasi dalam lingkup manajemen pasien (front office management). Lingkup ini antara lain sebagai berikut:
a.       Registrasi Pasien, yang mencatat data/status pasien untuk memudahkan pengidentifikasian maupun pembuatan statistik dari pasien masuk sampai keluar. Modul ini meliputi pendaftaran pasien baru/lama, pendaftaran rawat inap/jalan, dan info kamar rawat inap.
b.      Rawat Jalan/Poliklinik yang tersedia di rumah sakit, seperti: penyakit dalam, bedah, anak, obstetri dan ginekologi, KB, syaraf, jiwa, THT, mata, gigi dan mulut, kardiologi, radiologi, bedah orthopedi, paru-paru, umum, UGD, dan lain-lain sesuai kebutuhan. Modul ini juga mencatat diagnosa dan tindakan terhadap pasien agar tersimpan di dalam laporan rekam medis pasien.
c.       Rawat Inap. Modul ini mencatat diganosa dan tindakan terhadap pasien, konsultasi dokter, hubungan dengan poliklinik/penunjang medis.
d.      Penunjang Medis/Laboratorium, yang mencatat informasi pemeriksaan seperti: ECG, EEG, USG, ECHO, TREADMIL, CT Scan, Endoscopy, dan lain-lain.
e.      Penagihan dan Pembayaran, meliputi penagihan dan pembayaran untuk rawat jalan, rawat inap dan penunjang medis (laboratorium, radiologi, rehab medik), baik secara langsung maupun melalui jaminan dari pihak ketiga/asuransi/JPKM. Modul ini juga mencatat transaksi harian pasien (laboratorium, obat, honor dokter), daftar piutang, manajemen deposit dan lain-lain.
f.        Apotik/Farmasi, yang meliputi pengelolaan informasi inventori dan transaksi obat-obatan. Melalui lingkup manajemen pasien tersebut dapat diperoleh laporan-laporan mengenai:
                                                       i.      Pendapatan rawat inap dan jalan secara periodik (harian, bulanan dan tahunan),
                                                      ii.      Penerimaan kasir secara periodik,
                                                    iii.      Tagihan dan kwitansi pembayaran pasien,
                                                    iv.      Rekam medis pasien,
                                                     v.      Data kegiatan rumah sakit dalam triwulan (RL1),
                                                    vi.      Data morbiditas pasien rawat inap (RL2a),
                                                  vii.      Data morbiditas pasien rawat jalan (RL2b),
                                                 viii.      Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat inap (RL2a1),
                                                    ix.      Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat jalan (RL2b1),
                                                     x.      Penerimaan kasir pada bagian farmasi/apotik,
                                                    xi.      Pembelian kasir pada bagian farmasi/apotik,
                                                  xii.      Manajemen ketersediaan obat pada bagian farmasi/apotik,
                                                 xiii.      Grafik yang menunjang dalam pengambilan keputusan.
 Referensi:
 Dosen Pengampu mata kuliah Aplikasi Komputer dalam kebidanan : Bp. zaidir Tanjung