BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi telah merubah bagaimana cara
kita hidup dan bekerja. Perkembangan teknologi informasi dunia yang begitu
pesat sekarang ini telah merambah ke berbagai sektor. Seiring dengan
perkembangan teknologi yang sangat pesat, kita juga dituntut untuk dapat
memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut. Salah satu cara memanfaatkan
perkembangan teknologi informasi adalah penggunaan komputer di berbagai bidang
kehidupan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh lembaga
penelitian Nielsen pada Agustus 2009, 276.9 juta orang menggunakan e-mail di
seluruh Amerika, beberapa negara Eropa, Australia, dan Brazil, meningkat hingga
20 percent dibandingkan tahun 2008. Para pekerja, ibu rumah tangga, manajer,
dan para remaja menggunakan internet untuk mengirim email, menelusuri internet,
mencari data, bersosialisasi, bahkan bermain games.
Penggunaan komputer saat ini sudah mempengaruhi hampir
di seluruh aspek kehidupan. Komputer merupakan perangkat elektronik yang tidak
lagi asing bagi masyarakat dunia. Saat ini hampir seluruh bidang pekerjaan
menggunakan komputer untuk membantu seseorang dalam pekerjaannya. Disisi lain
kita menyadari bahwa teknologi komputer merupakan salah satu alat penting dalam
peradaban manusia khususnya pada era globalisasi sekarang ini.
Manfaat komputer sangat banyak dan beraneka ragam.
Pemanfaatan komputer secara bijak akan sangat membantu pada bidang pekerjaan
tersebut. Manfaat penggunaan komputer tidak hanya dirasakan oleh para
penggunanya tetapi juga akan dirasakan oleh organisasi atau perusahaan di
tempat orang tersebut bekerja. Begitu banyak dampak yang ditimbulkan dengan
adanya perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat.
Pada kesempatan ini, saya akan membahas mengenai
peranan dan manfaat penggunaan komputer khususnya di bidang kesehatan. Akan
sangat disayangkan jika perkembangan teknologi informasi dalam dunia medis
tidak ditingkatkan, karena secara otomatis dunia medis akan jauh tertinggal
dengan bidang-bidang lainnya, dimana dijaman sekarang ini setiap bidang
menggunakan komputer untuk membantu mereka beradaptasi dengan teknologi yang semakin
berkembang.
Sebagai contoh di negara Amerika Serikat dan negara
yang relatif maju baik dari sisi anggaran kesehatan maupun teknologi informasi
komputer, rumah sakit rata – rata menginvestasikan anggarannya beberapa persen
untuk teknologi informasi. Negara-negara yang tidak memanfaatkan perkembangan
teknologi informasi akan menjadi sangat tertinggal dengan negara-negara
lainnya.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa
Peranan Bidan dalam penggunaan Teknologi?
2.
Apa
contoh kasus atau alat yang dapat digunakan dalam dunia Kebidanan?
C. Manfaat
Hasil dari
penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak, khususnya
mahasiswi kebidanan untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai informatika
dan teknologi dalam kebidanan
D. Tujuan
Untuk
menambah pengetahuan mahasiswi bidan dibidan informatika dan teknologi yang
digunakan dalam dunia medis (kebidanan) dan juga untuk mengetahui apa saja
kasus atau alat yang digunakan dalam dunia kebidanan yang berhubungan dengan
teknologi informatika.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Peranan Bidan dalam pemanfaatan
Teknologi informasi
Dalam
perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat diberbagai bidang menuntuk
setiap personal atau individu untuk selalu update dan mau tidak mau untuk
mengikutinya tak terkecuali bidan. Bidan yang merupakan ujung tombak tenaga
kesehatan didesa dan berperan penting untuk mengedukasi masyarakat akan
pentingnya kesehatan terutama ibu dan anak. Dengan adanya edukasi kesehatan
dimasyarakat nantinya akan tercipta masyarakat yang peduli akan kesehatan baik
kesehatan pribadi maupun kesehatan lingkungan.
Peranan
bidan dalam teknologi informasi, banyak sekali yang bisa dilakukan bidan dalam
penggunaan teknologi antara lain dalam mengunakan website, aplikasi atau
software kebidanan, SMS gateway, penggunaan alat USG, robot, dan banyak
lainnya. Sebagai gambaran, wahya perkembangan internet dipedesaan sudah semakin
maju dan ini memudahkan seorang bidan dalam mengedukasi masyakarat. Dalam
mengedukasi masyarakat, dapat menggunakan website sebagai media informasi ini.
Semakin menambah.
2. Kasus
Penerapan IT dalam Kebidanan
INKUBATOR
Peran
teknologi informasi dalam dunia kebidanan sangat lah penting untuk di
implementasikan. Karena kita tahu, teknologi informasi sangat membantu dalam
segala aspek kehidupan. Dengan teknologi informasi dalam dunia kebidanan,
misalnya dengan website yang berisi tentang informasi kebidanan, banyak orang
akan tahu dan mudah mengakses dimana saja dan kapan saja. Disamping itu,
website juga bisa sebagai alat iklan untuk para bidan. Untuk para ibu hamil ,
website kebidanan bisa dijadikan acuan untuk mendapatkan informasi tentang tips
ibu hamil. Teknologi informasi kebidanan juga bisa dijadikan alat untuk
menghimbau kepada para ibu hamil , misalnya dengan iklan di TV yang
memberitahukan apa saja yang harus dilakukan ibu hamil dsb. Dengan teknologi
informasi , kebidanan di Indonesia akan mengalami peningkatan , baik dari segi
pemberitahuan informasi, ataupun sebagai media iklan bagi para bidan.
Inkubator
Bayi, dalam proses persalinan, bayi yang dilahirkan dengan bobot yang rendah
disebut dengan bayi prematur. Ketika masih dalam kandungan, bayi prematur hidup
dalam perut ibunya dengan temperatur yang sama dengan temperatur tubuh ibunya
(36-37oC). Ketika baru dilahirkan, bayi prematur belum dapat menyesuaikan diri
terhadap temperatur di luarlingkungan perut ibunya. Oleh sebab itu bayi
prematur harus dibantu untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya yang baru
dengan meletakkannya ke dalam inkubator. Inkubator bayi menurunkan suhu secara
perlahan sehingga dapat membuat bayi merasa nyaman. Saat ini inkubatorbayi yang
ada di pasaran umumnya memiliki harga yang relatif mahal. Hal ini disebabkan
karena sebagian besar inkubator yang ada merupakan produk impor. Oleh sebab
itu, Prof. Dr. Ir. RaldiArtono Koestoer, DEA dari Departemen Teknik Mesin
Fakultas Teknik Universitas Indonesia mencoba untuk mengembangkan dan membuat
inkubator bayi dengan harga yang lebih terjangkau namun tetap berkualitas
tinggi. Pengembangan inkubator bayi ini berawal saat Prof. Raldi mengunjungi
rumah kakaknya pada tahun1989. Ketika itu kakaknya membawa sebuah inkubator
bayi yang telah rusak. Mulailah Prof. Raldimempelajari kerusakan- kerusakan
pada inkubator tersebut. Kemudian kakaknya berkata, “Kenapa tidak kamu saja
yang membuat inkubator ini?” Dan dari sanalah Prof. Raldi mulai berfikir untuk
mengembangkan inkubator bayi. Setelah menjalani berbagai macam penelitian,
akhirnya pada tahun 2002 inkubator bayi tersebut selesai dibuat. Selanjutnya,
inkubator ini memasuki proses pabrikasi sehingga inovasinya terus berkembang
dengan pesat. Permintaan akan inkubator ini pun semakin banyak sehingga
SDM-nyaterus berkembang, terciptanya lapangan kerja, dan menambah pengetahuan
karena selalu berusaha untuk berinovasi.
Untuk membuat lingkungan
yang nyaman bagi bayi prematur, suhu di dalam inkubator diturunkan secara
perlahan. Misalnya, temperatur awal di lingkungan sekitar adalah 36-37oC, maka
inkubator tersebut diatur temperaturnya menjadi 33-34oC. Panas di inkubator ini
berasal dari heater yang diletakkan dibawah inkubator, yang kemudian dialirkan
ke atas menggunakan fan. Temperatur didalam inkubator tersebut akan tetap
bertahan sesuai dengan setting-an awal karena proses pengaturannya bekerja
secara otomatis. Misalnya, jika temperatur yang diinginkan adalah 34oC, maka
jika sudah naik mencapai 34oC heater-nya akan otomatis mati. Dan ketika
temperaturnya sudah turun menjadi 33oC, maka heater-nya akan menyala lagi. Pada
dasarnya inkubator produk dalam dan luar negeri prinsip kerjanya sama saja.
Yang membedakannya adalah desainnya, pintunya, engselnya, dan heater-nya.
Kelebihan inkubator buatan Prof. Raldi ini adalah hemat energi. Sedangkan
inkubator buatan luar negeri memiliki watt yang tinggi, sehingga membutuhkan energi
listrik yang cukup besar. Hal ini disebabkan karena di luar negeri, mereka
menghadapi temperatur yang rendah. Sehingga membutuhkan energi yang besar untuk
menaikan temperatur. Sedangkan di Indonesia temperaturnya sekitar 28-29oC,
sehingga tidak memerlukan energi yang terlalu besar untuk menaikan temperatur.
3.
SOFWARE
DALAM DUNIA MEDIS
Dibawah ini adalah beberapa software
yang dapat membantu petugas kesehatan dalam menyelesaikan tugasnya atau
perangkat pendukung pada fasilitas kesehatan.
a.
Software Kesehatan
Piranti lunak ini akan
memberikan kepada anda sebuah informasi yang anda perlukan tentang kesehatan
anda. Dengan mengklik bagian bagian tubuh yang sakit pada software tersebut, komputer
akan memberikan kepada anda informasi dan ciri ciri tentang penyakit tertentu
didalam tubuh anda. Dengan memasukkan ciri ciri tersebut kepada input yang
telah disediakan, komputer akan memperkirakan penyakit apa yang anda derita dan
memberikan saran dalam penanganan untuk pengobatan.
Tentunya
piranti lunak ini tidak dimaksudkan bagi anda untuk mengganti tugas dokter,
karena piranti lunak ini hanyalah memperkirakan saja dan hanya memberikan anda
informasi saja dan tidaklah sepenuhnya akurat. Obat obat yang disarankan
didalam software ini adalah obat obat warung yang tidak berbahaya, akan tetapi
akan memuat dan memperkirakan penyakit penyakit berbahaya yang bisa anda
informasikan kepada dokter anda untuk keterangan lebih lanjut.
b.
SB006 - Software Klinik Kesehatan 2.0
Masyarakat
semakin pandai dalam menilai kualitas produk/pelayanan, termasuk pada pelayanan
kesehatan (Klinik). Para penyedia jasa juga semakin meningkatkan kualitas.
Hasilnya sebuah persaingan. Siapa yang akan beruntung, tergantung siapa yang
lebih jeli melihat perubahan serta memanfaatkan teknologi terkini.
Komputerisasi akan membawa perubahan dalam standar kualitas. Komputerisasi
tidak emsti mahal dan ruwet. Dia harus sederhana, efektif dan praktis. Software
SimpleBiz (Klinik 2.0) didesain utnuk memberi solusi praktis bagi klinik.
Pastikan untuk memiliki dan menggunakan program ini. Hasilnya peningkatan
kualitas pelayanan dan apresiasi pelanggan yang luar biasa.
Fasilitas
program
-
Setting
(kamar, biaya-biaya)
-
Mengganti
nam klinik 9identitas pengguna)
-
Daftar
kamar, pasien dan dokter
-
Transaksi
pengobatan
-
Laporan
transaksi pengobatan
·
Software
1.
Windows
98, 2000,XP
2.
Ms.
Office Access 2000/2002/20
c.
Smartdoctor
Smartdoctor adalah software
multimedia kedokteran pertama berbahasa indonesia. Software ini berisi hampir
semua penyakit dalam ilmu kedokteran meliputi : penyakit mata, syaraf, THT,
kulit dan kelamin, gigi dan mulut, kedokteran forensik, kedokteran jiwa,
anastesi, kebidanan dan kandungan, bedah, penyakit dalam dan kesehatan anak.
Masing-masing penyakit dijelaskan secara sistematis.
d.
MedRegPlus
MedRegPlus adalah software Sistem
Informasi Registrasi dan Reservasi Klinik yang dilengkapi dengan Software
Aplikasi Sistem Informasi Apotek. Sehingga selain mengolah data registrasi dan
resevasi pasien, klinik juga dapat mengolah data pembelian dan penjualan obat
kepada konsumen.
Dalam pencatatan data registrasi dan
reservasi serta transaksi pembelian dan penjualan obat, MedRegPlus sudah
dilengkapi dengan sistem pencatatan menggunakan Tahun Buku. Sehingga bisa
diketahui laporan tahunan dari registrasi dan reservasi pasien serta transaksi
pembelian dan penjualan obat. Selain itu, pencatatan data diri tentang dokter
dan pasien pada MedRegPlus juga cukup lengkap, sehingga data yang ada akan
lebih valid. Pencatatan data registrasi dan reservasi juga akan dicatat lengkap
dengan tanggal saat pasien melakukan registrasi dan reservasi. Sehingga kevalidan
data lebih terjamin.
MedRegPlus juga dilengkapi dengan menu
janji, sehingga pasien bisa membuat janji terlebih dahulu dengan dokter yang
dipilih. Selain itu laporan registrasi dan reservasi juga sudah dilengkapi
dengan laporan per periode tanggal dan tahunan, sehingga bisa diketahui jumlah
pasien yang teregistrasi dan tereservasi selama periode tanggal yang dipilih
atau per tahun buku yang dipilih.
e.
SIKDA
Generik
Pusat
Data dan Informasi membuat software SIKDA yang open source untuk puskesmas dan
kabupaten, yang bersifat inter-operable dengan sistem-sistem pencatatan dan
pelaporan yang sudah ada. Software SIKDA yang bersifat generik ini telah siap
untuk dibagikan ke seluruh puskesmas pada tahun ini, dan selanjutnya akan
bertahap ke SIK Rumah Sakit. Banyak manfaat yang dapat diambil dengan
penggunaan SIKDA generik, misalnya dalam hal administrasi, dengan SIKDA generik
maka akan mengurangi waktu tunggu pasien, alur lebih jelas, dan mengurangi
beban administrasi petugas kesehatan sehingga pelayanan menjadi lebih efektif
dan efisien. Selain itu, dalam hal medis SIKDA generik mampu meminimalisasi
terjadinya kesalahan medis, dan secara tidak langsung meningkatkan penggunaan
obat generik di masyarakat.
Informasi : Pusdatin KemKes
f.
Open
EMR
Openemr adalah software rekam
medis elektronik dan manajemen praktek medis berbasis web. Aplikasi ini berisi
rekaman riwayat kesehatan elektronik, fitur untuk penjadwalan pasien, laporan
pembukuan dan tagihan asuransi dengan kontrol hak akses yang berbeda.
·
Fitur
Open ERP
-
Free Open Source
- ONC Certified
- Informasi keadaan Pasien
- Penjadwalan Pasien
- Electronic Medical Records
- Resep
- Medical Billing
- Multibahasa
- Portal Pasien
- Keamanan
- Suport
- Dukungan Komunitas
- ONC Certified
- Informasi keadaan Pasien
- Penjadwalan Pasien
- Electronic Medical Records
- Resep
- Medical Billing
- Multibahasa
- Portal Pasien
- Keamanan
- Suport
- Dukungan Komunitas
g. Distro Linux Open Suse Medical
Sistem Operasi
berbasis Open Source yang khusus untuk para dokter praktek dan klinik. Distro
ini menyertakan sejumlah aplikasi untuk memanage praktek dan mengorganisir
rekam medis digital (file pasien) : FreeMed, OpenEMR,
FreeMedForms dan GNUMed. Aplikasi lain FreeDiams, mendukung para dokter untuk resep
obat dan Tempo, yang menampilkan data EEG.
4.
SYSTEM
INFORMASI
a.
Vesalius THIS (Totally Hospital Information System)
Teknologi merupakan sesuatu yang
diciptakan untuk memudahkan manusia atau penggunanya dalam melakukan suatu
pekerjaan agar dapat diselesaikan secara efektif dan efisien. Hal ini menjadi
salah satu faktor yang mendorong diterapkannya teknologi pada berbagai
aktivitas atau kegiatan baik bisnis, sosial, dan lainnya. Rumah sakit sebagai
salah satu unit atau organisasi yang melayani masyarakat dalam bidang kesehatan
juga harus didukung oleh fasilitas-fasilitas dari teknologi yang memadai.
Penerapan teknologi di rumah sakit bertujuan untuk mencapai pelayanan yang
maksimum bagi masyarakat. Salah satu contoh teknologi yang diterapkan di rumah
sakit adalah Sistem Informasi Manejemen (SIM) Rumah Sakit yang dikenal dengan
Vesalius THIS (Totally Hospital InformationSystem).
Vesalius THIS (Totally
Hospital Information System) merupakan suatu terobosan terbaru dari sistem
informasi dunia kedokteran yang berwujud software yang mengalirkan data secara
elektronik dan transparan. Vesalius THIS ini diciptakan oleh Lai Teik Kin, CEO
NovaHealth Pte, Ltd-Singapore. Hasil yang diperoleh adalah berupa data para
pasien rumah sakit tersebut.
Vesalius THIS memiliki 2 modul utama yang saling bersinergi dan melengkapi, yaitu:
Vesalius THIS memiliki 2 modul utama yang saling bersinergi dan melengkapi, yaitu:
1)
HIS
( Hospital Information System)
HIS adalah system informasi
management yang diterapkan khusus untuk Rumah Sakit terintegrasi mulai dari
data pendaftaran pasien sampai dengan pembayaran.semua data pasien terdaftar di
server.
Modul HIS mengotomasi seluruh proses administrasi (back office), mencakup
administrasi pasien, jadwal perawat dan dokter, farmasi, instalasi penunjang
medis (lab dan radiologi), purchasing, inventory, medical record tracking,
bahkan pemesanan makanan kepada instalasi gizi dari bagian rawat inap secara
elektronik
Modul yang dimiliki software HIS yaitu:
• Modul Billing (Kasir)
Modul ini mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan tagihan yang terintegrasi dengan semua modul lainnya. Tagihan yang diinput di semua unit kemudian dikumpulkan dan diolah menjadi data billing statement atau invoice per pasien, seperti tagihan pasien yang masih dirawat , laporan rekap uang yang masuk per hari, laporan tagihan pasien yang belum dibayar, laporan pembayaran pasien, detail dan summary.
• Modul Registrasi Pasien
Modul ini berfungsi untuk proses pendaftaran pasien baru, pencarian data pasien lama, admisi ke poli untuk pasien rawat jalan atau admisi ke kamar/bed untuk pasien rawat inap. Setiap kali dan selama pasien diberikan tindakan, data rekam medis akan otomatis tersimpan.
• Modul Rekam Medis
Modul untuk mencatat semua data kesehatan, obat (catatan medis), operasi, hasil laboratorium yang telah dilakukan terhadap pasien selama dirawat di rumah sakit.
• Modul Farmasi dan Apotik
• Modul Billing (Kasir)
Modul ini mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan tagihan yang terintegrasi dengan semua modul lainnya. Tagihan yang diinput di semua unit kemudian dikumpulkan dan diolah menjadi data billing statement atau invoice per pasien, seperti tagihan pasien yang masih dirawat , laporan rekap uang yang masuk per hari, laporan tagihan pasien yang belum dibayar, laporan pembayaran pasien, detail dan summary.
• Modul Registrasi Pasien
Modul ini berfungsi untuk proses pendaftaran pasien baru, pencarian data pasien lama, admisi ke poli untuk pasien rawat jalan atau admisi ke kamar/bed untuk pasien rawat inap. Setiap kali dan selama pasien diberikan tindakan, data rekam medis akan otomatis tersimpan.
• Modul Rekam Medis
Modul untuk mencatat semua data kesehatan, obat (catatan medis), operasi, hasil laboratorium yang telah dilakukan terhadap pasien selama dirawat di rumah sakit.
• Modul Farmasi dan Apotik
Terdiri dari formulasi obat
(nama, nama generik, indikasi, kontra indikasi, efek samping, komposisi, dan
golongan terapi), standarisasi obat, pelayanan farmasi, laporan stok obat,
transaksi pembelian menggunakan alat bantu barcode untuk mempercepat pelayanan,
laporan penjualan dan penghasilan apotik.
• Modul Laboratorium,
• Modul Laboratorium,
Terdiri dari registrasi pasien
dan jenis pemeriksaan yang diperlukan, daftar pencarian pesanan pemeriksaan
dengan kata kunci nomor rekam medis, nomor order, atau nama pasien, pencetakan
hasil pemeriksaan, data statistik jumlah pemeriksaan per kelompok pemeriksaan
spesimen (hematology, kimia, urine, dan feses) per periode tertentu, dan
laporan penghasilan laboratorium.
• Modul Radiology dan Elektromedis,
• Modul Radiology dan Elektromedis,
Terdiri dari daftar pesanan
pemeriksaan, dengan kata kunci nomor rekam medis, nomor order, atau nama
pasien, pencetakan hasil pemeriksaan, data statistik jumlah pemeriksaan per
item pemeriksaan.
• Modul Gizi
• Modul Gizi
Terdiri dari pengaturan
konsultasi pasien rawat inap kepada ahli gizi, pengaturan menu makanan pasien
rawat inap, pengaturan jumlah porsi makanan.
• Modul UGD
• Modul UGD
Adalah modul yang berfungsi untuk pendaftaran dan admisi
pasien gawat darurat. Modul ini terdiri dari registrasi dan admisi pasien UGD,
daftar pasien UGD, pengisian data rekam medis, form pemeriksaan ke unit
penunjang.
• Modul Rehabilitasi,
• Modul Rehabilitasi,
Terdiri dari pemeriksaan /
rujukan therapy rehabilitasi untuk pasien rawat inap dan rawat jalan, penentuan
harga tindakan dan penggunaan sarana rehabilitasi per kelas, yang terintegrasi
dengan modul billing.
• Modul Umum dan Perlengkapan (Gudang),
• Modul Umum dan Perlengkapan (Gudang),
Terdiri dari pencatatan pembelian
barang, permohonan pengadaan barang, penerimaan faktur dan barang,
laporan-laporan, stock inventory.
• Modul Instalasi Prasarana dan Sarana Rumah sakit
• Modul Kepegawaian
• Modul Keuangan, merupakan modul yang berguna untuk mencatat
semua transaksi keuangan yang timbul akibat semua kegiatan yang terjadi pada
modul-modul lainnya.
2)
CIS
(Clinical Information System)
Modul CIS
menyajikan proses klinis (layanan medis), baik inpatient maupun outpatient yang
mencakup Outpatient Clinical Management yang terdiri dari order management,
electronic medical record (EMR), medical alerts, e-prescription atau resep
elektronik, serta Inpatient Clinical Management. Dengan resep elektronik
tersebut, dokter cukup hanya mengetikkan resep obat yang akan diberikan ke
pasiennya lewat komputer.
Program ini difungsikan melalui sentral administrasi yang dimulai dengan rekaman hasil manual report bagi pasien dan calon pasien yang telah terdaftar. Manual report yang telah terdata dikelompokkan dan direkam pada modul HIS, kemudian diakses dengan masing-masing admin yang dibutuhkan manajemen perumahsakitan. Kombinasi ini di protect pada security Vesalius manajemen. Data pada central administrasi yang terkelompok pada HIS akses saling berhubungan pada Unified EMR, yang dapat mengklasifikasikan sejumlah data yang masuk dari manual report. Unified EMR mampu membedakan serta memberikan catatan klinik sebelumnya, yakni tingkat alergi pasien, resep dokter, laporan radiology, hingga referensi material yang dibutuhkan baik bagi dokter atau pasien. Referensi material tersebut mencakup hal-hal berikut ini:
Program ini difungsikan melalui sentral administrasi yang dimulai dengan rekaman hasil manual report bagi pasien dan calon pasien yang telah terdaftar. Manual report yang telah terdata dikelompokkan dan direkam pada modul HIS, kemudian diakses dengan masing-masing admin yang dibutuhkan manajemen perumahsakitan. Kombinasi ini di protect pada security Vesalius manajemen. Data pada central administrasi yang terkelompok pada HIS akses saling berhubungan pada Unified EMR, yang dapat mengklasifikasikan sejumlah data yang masuk dari manual report. Unified EMR mampu membedakan serta memberikan catatan klinik sebelumnya, yakni tingkat alergi pasien, resep dokter, laporan radiology, hingga referensi material yang dibutuhkan baik bagi dokter atau pasien. Referensi material tersebut mencakup hal-hal berikut ini:
· Kelengkapan obat-obatan
· Daftar rumah saikit online
· Hasil rekaman laboratorium
Unified EMR
dibuat untuk masing-masing pasien, sedangkan modul HIS dibuat untuk
masing-masing rumah sakit. Modul HIS ini memiliki akses yang mampu melayani
lebih dari 5 rumah sakit (dengan satu grup perumahsakitan yang sama) dan saling
terhubung dengan program Vesalius THIS.
Tujuan Pengembangan Sistem Informasi
Kesehatan
Melalui
hasil pengembangan sistem informasi diatas, maka diharapkan dapat menghasilkan
hal-hal sebagai berikut:
a. Perangkat lunak tersebut
dikembangkan sesuai dengan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh
pemerintah daerah.
b. Dengan menggunakan open system
tersebut diharapkan jaringan akan bersifat interoperable dengan jaringan
lain.
c. Sistem informasi kesehatan
terintegrasi ini akan mensosialisasikan dan mendorong pengembangan dan
penggunaan Local Area Network di dalam kluster unit pelayanan
kesehatan baik pemerintah dan swasta sebagai komponen sistem di masa depan.
d. Sistem informasi kesehatan
terintegrasi ini akan mengembangkan kemampuan dalam teknologi informasi video,
suara, dan data nirkabel universal di dalam Wide Area Network yang
efektif, homogen dan efisien sebagai bagian dari jaringan sistem informasi
pemerintah daerah.
e. Sistem informasi kesehatan
terintegrasi ini akan merencanakan, mengembangkan dan memelihara pusat
penyimpanan data dan informasi yang menyimpan direktori materi teknologi
informasi yang komprehensif.
f.
Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan secara proaktif
mencari, menanalisis, memahami,menyebarluaskan dan mempertukarkan secara
elektronis data/informasi bagi seluruh stakeholders
g. Sistem informasi kesehatan
terintegrasi ini akan memanfaatkan website dan access point lain agar data
kesehatan dan kedokteran dapat dimanfaatkan secara luas dan bertanggung jawab
dan dalam rangka memperbaiki pelayanan kesehatan sehingga kepuasan pengguna
dapatdicapai sebaik-baiknya
h. Sistem informasi kesehatan
terintegrasi ini akan merencanakan pengembangan manajemen SDM sistem informasi
mulai dari rekrutmen, penempatan, pendidikan dan pelatihan, penilaian
pekerjaan, penggajian dan pengembangan karir.
i.
Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan
unit organisasi pengembangan dan pencarian dana bersumber masyarakat yang
berkaitan dengan pemanfaatan dan penggunaan data/informasi kesehatan dan
kedokteran.
j.
Dapat digunakan untuk mengubah tujuan, kegiatan, produk, pelayanan
organisasi, untuk mndukung agar organisasi dapat meraih keunggulan kompetitif.
k. Mengarah pada peluang-peluang
strategis yang dapat ditemukan.
Ruang Lingkup Sistem
Informasi Kesehatan
Ruang
lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan, mencakup pengelolaan informasi
dalam lingkup manajemen pasien (front office management). Lingkup ini
antara lain sebagai berikut:
a.
Registrasi Pasien, yang mencatat data/status pasien untuk
memudahkan pengidentifikasian maupun pembuatan statistik dari pasien masuk
sampai keluar. Modul ini meliputi pendaftaran pasien baru/lama, pendaftaran
rawat inap/jalan, dan info kamar rawat inap.
b.
Rawat Jalan/Poliklinik yang tersedia di rumah sakit, seperti:
penyakit dalam, bedah, anak, obstetri dan ginekologi, KB, syaraf, jiwa, THT,
mata, gigi dan mulut, kardiologi, radiologi, bedah orthopedi, paru-paru, umum,
UGD, dan lain-lain sesuai kebutuhan. Modul ini juga mencatat diagnosa dan
tindakan terhadap pasien agar tersimpan di dalam laporan rekam medis pasien.
c.
Rawat Inap. Modul ini mencatat diganosa dan tindakan terhadap
pasien, konsultasi dokter, hubungan dengan poliklinik/penunjang medis.
d.
Penunjang Medis/Laboratorium, yang mencatat informasi pemeriksaan
seperti: ECG, EEG, USG, ECHO, TREADMIL, CT Scan, Endoscopy, dan lain-lain.
e.
Penagihan dan Pembayaran, meliputi penagihan dan pembayaran untuk
rawat jalan, rawat inap dan penunjang medis (laboratorium, radiologi, rehab
medik), baik secara langsung maupun melalui jaminan dari pihak
ketiga/asuransi/JPKM. Modul ini juga mencatat transaksi harian pasien
(laboratorium, obat, honor dokter), daftar piutang, manajemen deposit dan lain-lain.
f.
Apotik/Farmasi, yang meliputi pengelolaan informasi inventori dan
transaksi obat-obatan. Melalui lingkup manajemen pasien tersebut dapat
diperoleh laporan-laporan mengenai:
i.
Pendapatan rawat inap dan jalan secara periodik (harian, bulanan
dan tahunan),
ii.
Penerimaan kasir secara periodik,
iii.
Tagihan dan kwitansi pembayaran pasien,
iv.
Rekam medis pasien,
v.
Data kegiatan rumah sakit dalam triwulan (RL1),
vi.
Data morbiditas pasien rawat inap (RL2a),
vii.
Data morbiditas pasien rawat jalan (RL2b),
viii.
Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat inap (RL2a1),
ix.
Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat jalan (RL2b1),
x.
Penerimaan kasir pada bagian farmasi/apotik,
xi.
Pembelian kasir pada bagian farmasi/apotik,
xii.
Manajemen ketersediaan obat pada bagian farmasi/apotik,
xiii.
Grafik yang menunjang dalam pengambilan keputusan.
Referensi:
Dosen Pengampu mata kuliah Aplikasi Komputer dalam kebidanan : Bp. zaidir Tanjung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar