animasi blog
Animasi Blog
animasi blog
Animasi Blog
animasi blog

Selasa, 11 April 2017

Antenatal Care



Lampiran materi
  1. Definisi
Antenatal Care adalah pelayanan yang diberikan pada ibu hamil untukmemonitor, mendukung kesehatan ibu dan mendeteksi ibu apakah ibu hamil normal atau bermasalah. (Sulistyawati, Ari. 2009)
  1. Tujuan Kunjungan
Ada beberapa tujuan kunjungan ulang kehamilan yaitu
a.       Mendeteksikan komplikasi-komplikasi.
b.      Mempersiapkan kelahiran dan kegawatdaruratan.
c.       Pemeriksaan fisik yang difokuskan pada pendeteksian komplikasi, mempersiapkan kelahiran, dan kegawatdaruratan.Jadwal kunjungan ulang sebaiknya :
d.      Sampai dengan 28 mg usia kehamilan, setiap 4 mg.
e.       Antara 28-36 mg usia kehamilan, setiap 2 mg.
f.       Antara 36 mg sampai kelahiran, setiap minggu.
  1. Mengevaluasi penemuan yang terjadi serta aspek – aspek yang menonjol pada wanita hamil
a.       Oleh karena telah banyak dilakukan pengkajian mengenai riwayat ibu dan pemeriksaan lengka selama kunjungan antenatal pertama, maka kunjungan ulang difokuskan pada penpdeteksian komplikasi – komplikasi, mempersiapkan kelahiran, kegawatdaruratan, pemeriksaan fisik yang terfokus dan pembelajaran
b.      Pada tahap ini bidan menginventarisasi beberapa masalah yang terjadi beserta aspek – aspek yang menonjol yang membutuhkan penanganan dan pemberian KIE
c.       Meninjau data kunjungan pertama
d.      Sebelum melakukan pemeriksaan, bidan hendaknya meninjau kembali data pasien pada kunjungan pertama, untuk mendapatkan informasi tentang
1)      Biodata ibu
2)      Usia kehamilan
3)      Temuan data yang bermakna:
a)      Riwayat obstetri
b)      Riwayat perawatan medis
c)      Riwayat keluarga
d)     Riwayat kehamilan
e)      Pemeiksaan fisik awal
f)       Pemeriksaan panggul awal
4.      Mengepaluasi data dasar
Data Dasar
Pertimbangan
Amenore
Diagnose kehamilan
Tanggalmenstruasiterakhir
Diagnose kehamilan
Keluhan yang disampaikanpasien
         Kenaikan BB
         Tesurinkehamilan ( tes HCG ) positif
       Cloasmagravidarum
         Perubahanpadapayudara
          Linea nigra
        Tanda Chadwick
        Tandahegar
Pemberiankonseling
 Pada tahap ini bidan melakukan evaluasi data dasar yang  dipertimbangkan dalam menegakkan diagnosis pada kunjungan yang pertama. Evaluasi tersebut dapat dicermati pada tabel berikut ini
           
5.      Mengevaluasikeefektifan manajemen
a.       Bidan melakukan penilaian mengenai efektifitas asuhan yang sudah dilaksanakan pada kunjungan sebelumnya
1)      Kegiatan ini bertujuan agar hal yang kurang efektif yang dilakukan pada asuhan sebelumnya tidak terulang lagi serta memastikan aspek mana yang efektif agar tetap dipertahankan
2)      Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan oleh bidan adalah :
b.      Menanyakan kembali kepada pasien mengenai apa yang sudah dilakukan pada kunjungan sebelumnya
c.       Melakukan pemeriksaan fisik terutama hal – hal yang berfokus pada pemantauan kesehatan ibu dan janin
d.      Beberapa hal yang perlu ditanyakan kepada pasien antara lain sebagai berikut :
1)      Kesan pasien secara keseluruhan mengenai proses pemberian asuhan pada kunjungan sebelumnya
2)      Hal – hal yang membuat pasie kurang merasa nyaman
3)      Peningkatan pengetahuan pasien mengenai perawatan kehamilan hasil dari proses KIE yang lalu
4)      Berkurangnya ketidaknyamanan yang dirasakan pada kunjungan yang lalu setelah dilakukan penatalaksanaan
6.      Pengkajian Data Fokus
a.       Riwayat
1)      Menayakan bagaimana perasaan pasien sejak kunjungan terakhirnya
2)      Menanyakan apakah pasien mempunyai pertanyaan atau kekhawatiran yang timbul sejak kunjungan terakhir
3)      Gerakan janin dalam 24 jam terakhir
b.      Deteksi ketidaknyamanan
1)       Menanyakan keluhan - keluhan yang biasa dialami oleh ibu hamil
2)      Menanyakan kemungkinan tanda - tanda bahaya yang dialami oleh ibu
c.       Pemeriksaan Fisik
1)      Pemeriksaan tekanan darah
2)      Mengukur TFU
3)      Melakukan palpasi abdomen untuk mendeteksi adanya kemungkinan kehamilan ganda, serta mengetahui presentasi, letak, posisi dan penurunan kepala ( jika UK >36 minggu )
4)      Memeriksa DJJ
d.      Pemeriksaan Laboratorium
1)      Protein urine
2)      Glukosa urine

7.      Mengembangkan Rencana sesuai dengan Kebutuhan dan Perkembangan Kehamilan
a.       Jelaskan mengenai ketidaknyamanan normal yang dialaminya
b.      Sesuai dengan usia kehamilan ajarkan ibu tentang materi pendidikan kesehatan pada ibu
c.       Diskusikan mengenai rencana persiapan kelahiran dan jika terjadi kegawatdaruratan
d.      Ajari ibu untuk mengenal tanda - tanda bahaya, pastikan untuk memahami apa yang dilakukan jika menemukan tanda bahaya
e.       Buat kesepakatan untuk kunjungan berikutnya


Pelayanan terinegrasi
Pelayanan terintegrasi merupakan pelayanan kesehatan komprehensif dan berkualitas yang dilakukan melalui :
a.       Pemberian pelayanan dan konseling kesehatan termasuk stimulasi dan gizi agar kehamilan berlangsung sehat dan janinnya lahir sehat dan cerdas
b.      Deteksi dini masalah penyakit dan penyulit komplikasi kehamilan
c.       Persiapan persalin yang bersih dan aman
d.      Antisipasi dan persiapan dini untuk melakukan rujukan jika terjadi penyulit dan komplikasi
e.       Penatalaksanaan kasus serta rujukan yang cepat dan tepat
f.       Melibatkan ibu hamil suami dan keluarga dalam menjaga kesehatan dan gizi ibu hamil, menyiapkan persalinan dan kesiagaan bila terjadi penyulit atau komplikasi
Dalam melakukan pemeriksaan antenatal, tenaga kesehatan harus memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai standart (10T) terdiri dari
1.      Ukur Berat badan dan Tinggi Badan.
Dalam keadaan normal kenaikan berat badan ibu dari sebelum hamil dihitung dari TM I sampai TM III yang berkisar anatar 9-13,9 kg dan kenaikan berat badan setiap minggu yang tergolong normal adalah 0,4 - 0,5 kg tiap minggu mulai TM II. Berat badan ideal untuk ibu hamil sendiri tergantung dari IMT (Indeks Masa Tubuh) ibu sebelum hamil. Indeks massa tubuh (IMT) adalah hubungan antara tinggi badan dan berat badan.
2.      Ukur Tekanan Darah.
Diukur dan diperiksa setiap kali ibu datang dan berkunjung. Pemeriksaan tekanan darah sangat penting untuk mengetahui standar normal, tinggi atau rendah. Tekanan darah yang normal 110/80 - 120/80 mmHg
3.      Nilai ststus gizi (ukur lingkar lengan atas/LiLA)
Pengukuran LiLA hanya dilakukan pada kontak pertama oleh tenaga kesehatan di trimester pertama untuk skrining ibu hamil beresiko KEK yang bias menyebabkan bayi berat lahir rendah (BBLR)
4.      Ukur Tinggi Fundus Uteri
Tujuan pemeriksaan TFU menggunakan tehnik Mc. Donald adalah menentukan umur kehamilan berdasarkan minggu dan hasilnya bisa di bandingkan dengan hasil anamnesis hari pertama haid terakhir (HPHT) dan kapan gerakan janin mulai dirasakan. TFU yang normal harus sama dengan UK dalam minggu yang dicantumkan dalam HPHT.
5.      Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ)
Menentukan presentasi janin dilakukan pada akhir trimester II dan selanjutnya setiap kali kunjungan antenatal
6.      Skrining status imunisasi tetanus
Imunisasi tetanus toxoid adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus. Vaksin tetanus yaitu toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan. Pemberian imunisasi tetanus toxoid (TT) artinya pemberian kekebalan terhadap penyakit tetanus kepada ibu hamil dan bayi yang dikandungnya.
7.      Pemberian Tablet tambah darah (tablet besi)
Tablet ini mengandung 200mg sulfat Ferosus 0,25 mg asam folat yang diikat dengan laktosa. Tujuan pemberian tablet Fe adalah untuk memenuhi kebutuhan Fe pada ibu hamil dan nifas, karena pada masa kehamilan kebutuhannya meningkat seiring pertumbuhan janin. Zat besi ini penting untuk mengkompensasi penigkatan volume darah yang terjadi selama kehamilan dan untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan janin.


8.      Pemeriksaan laoratorium (rutin dan khusus)
a.       Pemeriksaan golongan darah
Tidak hanay untuk mengetahui golongan dara ibu tapi untuk mempersiapkan calon pendonor darah sewaktu-waktu diperlukan apabila terjadi kegawat daruratan
b.      Pemeriksaan Hb (T6)
Pemeriksaan Hb yang sederhana yakni dengan cara Talquis dan dengan cara Sahli. Pemeriksaan Hb dilakukan pada kunjungan ibu hamil pertama kali, lalu periksa lagi menjelang persalinan. Pemeriksaan Hb adalah salah satu upaya untuk mendeteksi Anemia pada ibu hamil.
c.       Pemeriksaan Protein urine (T7)
Pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui adanya protein dalam urin ibu hamil. Adapun pemeriksaannya dengan asam asetat 2-3% ditujukan pada ibu hamil dengan riwayat tekanan darah tinggi, kaki oedema. Pemeriksaan protein urin ini untuk mendeteksi ibu hamil kearah preeklampsia
d.      Pemeriksaan kadar gula darah
Ibu hamil yang dicurigai menderita diabetes mellitus harus dilakukan pemeriksaan darah selama kehamilannya minimal sekali pad TM I. sekali pada TM II dan sekali pada TM III.
e.       Pemeriksaan darah malaria
Semua ibu hamil di daerah endemis malaria dilakukan pemeriksaan dalam rangka skrining pada kontak pertama
f.       Pemeriksaan tes sifilis
Pemeriksaan sifilis dilakukan di daerah dengan resiko tinggi dan hamil yang diduga menderita sifilis
g.      Pemeriksaan HIV
Tenaga kesehatan difasilitas kesehatan wajib menawarkan tes HIV kepada semua ibu hamil secara inlusif pada pemeriksaan laboratorium rutin lainnya pemeriksaan antenatal atau menjelang persalinan
h.      Pemeriksaan BTA
Dilakukan pada ibu hamil yang dicurigai menderita penyakit tuberkolosis sebagai pencegahan agar infeksi tuberkolosis tidak mempengaruhi kesehatan janin
9.      Tata laksana penangan kasus
Penanganan berdasarkan hasil pemeriksaan anenatal diatas dan hasil pemeriksaan laboratorium, setiap kelainan yang ditemukan pada ibu hamil harus ditangani sesuai dengan standart dan kewenangan bidan
10.  Temu wicara (konseling)
Temu wicara dilakukan pada setiap kunjungan anenatal yang meliputi kesehatan ibu
a.       Perilaku hidup bersih dan sehat
b.      Peran suami atau keluarga dalam kehamilan dan dalam perencanaan persalinan
c.       Tanda bahaya pada kehamilan, kehamilan dan nifas serta kesiapan menghadapi komplikasi
d.      Asupan gizi seimbang
e.       Gejala penyakit menular dan tidak menular
f.       Inisiasi menyusui dini dan pemberian asi ekslusif
g.      KB paska persalinan
h.      Imunisasi
i.        Peningkatan kesehatan intelegenesia pada kehamilan
a)      Deteksi dini masalah penyakit dan penyulit atau komplikasi kehamilan
1.      Muntah berlebihan
2.      Pusing
3.      Sakit kepala
4.      Pendarahan
5.      Sakit perut hebat
6.      Demam
7.      Batuk lama
8.      Berdebar–debar
9.      Cepat lelah
10.  Sesak nafas
11.  Keputihan yang berbau
12.  Gerakan janin
13.  Perilaku berubah selama hamil
14.  Riwayat kekerasan pada kehamilan
b)     Pemberian pelayanan atau konseling kesehatan
1.      Pola makan ibu selama hamil
2.      IMD dan asi ekslusif selama 6 bulan
3.      Perawatan tali pusat
4.      Penggunaan alat kontrasepsi
5.      Status imunisasi tetanus ibu hamil
6.      Jumlah tablet FE yang dikonsumsi
7.      Didaerah endenis malaria, tanyakan gejala malaria dan riwayat pemakaian obat
c)      Persiapan persalinan yang bersih dana aman
Menanyakan persiapan menghadapi persalinan dan menyikapi kemungkinan terjadinya komplikasi dalam kehamilan seperti, siapa yang menoolong persalinan dimana ibu akan bersalin, siapa yang akan mendapingi saat persalinan, jelaskan tanda-tanda persalinan dan apakan sudah disiapkan biaya untuk bersalin
d)     kegawatdaruratan dan rujukan.
1.      Deteksi dini masalah
2.      Pengambilan keputusan
3.      Siapa yang akan menjadi pendonor darah
4.      Dan transport apa yang digunakan jika suatu saat akan dirujuk
Integrase layanan ANC dengan beberapa program
1.      Maternal neonatal tetanus elimination atau MNTE
·         Tujuan untuk mencegah tetanus pada bayi baru lahir
·         Melengkapi status imunisati TT
2.      Antisipasi defisiensi gizi dalam kehamilan (anema dan KEK)
3.      Pencegahan malarian dalam kehamilan
·         Pemberian kelambu berintektisida
·         Skerining darah malaria
·         Pemberian terapi pada ibu hamil positif malaria
4.      Pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi






Daftar Isi:
  1. Saifudin, dkk (Editor). 2010. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
  2. Tanto, dkk (Editor). 2014. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius

Tidak ada komentar:

Posting Komentar